News

Konsultan Politik Eep Saefulloh Fatah: Orang yang Mengatakan Pilpres Hanya 1 Putaran, Pasti dalam Hatinya Deg-degan

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Minggu 04 Feb 2024, 15:24 WIB
Konsultan Politik Eep Saefulloh Fatah

AYOJAKARTA.COM - Konsultan politik terkemuka, Eep Saefulloh Fatah memberikan pandangannya tentang pernyataan Pilpres hanya akan berlangsung dalam satu putaran.

Pendapat ini disampaikan di YouTube Rhoma Irama Official, di mana Eep Saefulloh Fatah mengungkapkan adanya data yang mungkin belum diungkap lembaga survei resmi.

Menurut Eep Saefulloh Fatah, ada potensi kejutan dalam Pilpres yang berkaitan dengan data yang tak pernah diungkap secara detail oleh berbagai lembaga survei.

Ia menyebut adanya kategori pemilih yang masih undecided atau belum memutuskan pilihan mereka.

"Ada pemilih 01, pemilih 02 dan pemilih 03 yang ketika ditanya apakah pilihannya sudah tetap atau masih mungkin berubah, jawabannya masih mungkin berubah," ungkap Eep.

Baca Juga: Link Live Streaming Debat Capres Kelima Pilpres 2024 Lengkap dengan Jadwal Segmen dan Tema yang Diusung

Dalam analisisnya, Eep Saefulloh Fatah mengatakan bahwa jika ingin bersaing lebih baik, para tim kampanye harus memperhitungkan jumlah undecided dan pemilih yang masih mungkin berubah.

Menurutnya pada November 2023, survei paket data menunjukkan bahwa jumlah undecided dan pemilih yang masih bisa berubah mencapai lebih dari 40 persen.

Eep juga membagikan data detail lainnya seperti pertanyaan tentang kapan pemilih memutuskan pilihannya.

Ia menyebut bahwa hampir 26 persen responden menyatakan akan memutuskan pilihan mereka pada empat hari terakhir sebelum pemilihan.

Baca Juga: Dituding Partisan oleh Istana, Guru Besar UGM: Saya Sangat Tidak Puas, Saya Tersinggung

Salah satu aspek menarik yang disoroti Eep adalah ketidakpastian hasil Pemilu saat ini yang berbeda dengan Pemilu di era Orde Baru.

Menurutnya, sekarang semua orang merasakan ketegangan dan kecemasan seiring dengan tingginya tingkat ketidakpastian.

"Orang yang mengatakan pasti satu putaran dalam hati kecilnya dia deg-degan. Mereka enggak ngaku aja namanya juga juru kampanye, masa ngaku-ngaku," tegas Eep.

Baca Juga: Kritik Jokowi Bagi-bagi Bansos, Ray Rangkuti: Presiden Gagal Mensejahterakan Rakyat

Eep Saefulloh Fatah juga menekankan pentingnya kejujuran pada data dan fakta.

Ia menegaskan bahwa ketaatan pada data jauh lebih penting daripada ketaatan pada pihak yang harus dilayani.

"Kita harus diluruskan informasi, harus dibikin simetris tidak asimetris. Kita juga harus jujur pada data, pada fakta. Jadi bersetia pada data itu jauh lebih penting daripada bersetia pada tuan yang harus kita layani," pungkasnya.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Fathul Amanah