News

Jokowi Dapat Banyak Petisi dari Berbagai Universitas, Gibran: Evaluasi Semua Pihak Kami Terima

Oleh: Salman Muhammad Ilham Minggu 04 Feb 2024, 13:30 WIB
Gibran Rakabuming Raka tidak mau memberikan respon lebih lanjut terkait kritikan ke Jokowi, dan menganggap itu sebagai masukan.

AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo alias Jokowi mendapat banyak kritikan dan petisi dari berbagai universitas di Indonesia.

Sejumlah sivitas akademika memberikan kritik terkait kondisi demokrasi yang dinilai mulai menurun semenjak Pilpres 2024.

Terkait hal ini, capres nomor urut 2 sekaligus putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan untuk langsung bertanya terkait hal ini kepada presiden.

"Tanyakan yang bersangkutan aja dong," ucap Gibran, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Minggu, 4 Februari 2024.

Baca Juga: Hadapi Debat Pilpres Malam Ini, Prabowo: Mas Gibran Udah Santai, Aku Yang Dag Dig Dug

Gibran tidak mau memberikan respon lebih lanjut terkait kritikan tersebut, dan menganggap hal itu sebagai masukan.

"Kalau saya sih masukan masukan evaluasi dari semua pihak kami terima ya. Masukannya terima kasih," ucap Gibran.

Diketahui terdapat berbagai sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi memberikan pernyataan terkait Pemilu dan Pilpres saat ini.

Para sivitas akademika menyeru agar pemerintah, petinggi politik, penyelenggara dan berbagai pihak lainnya untuk tetap netral dalam melaksanakan pemilu.

Gerakan ini muncul akibat berbagai peristiwa-peristiwa sosial, politik, ekonomi, dan hukum yang dinilai menurunkan kualitas demokrasi.

Mereka juga menyoroti terkait pemerintah di bawah pimpinan Joko Widodo yang dinilai harus netral pada Pilpres 2024.

Baca Juga: Akademisi Dituduh Partisan oleh Tim Prabowo-Gibran, Guru Besar UI Marah: Jangan Ngomong Sembarangan!

Terdapat berbagai universitas yang memberikan petisi, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan 24 rektor serta ketua perguruan tinggi yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (Aptik).

Termasuk juga Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Tedi Rukmana