AYOJAKARTA.COM — Menjelang Pilpres 2024, terdengar kabar bahwa beberapa akademisi tengah sibuk memberikan pernyataan resmi terkait sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sikap Jokowi dalam Pilpres 2024 yang disebut tak netral, membuat para akademisi terus vokal dan bersuara.
Bahkan kontroversi ini dimulai saat Jokowi mengatakan bahwa Presiden boleh kampanye dan memihak dalam Pilpres 2024.
Sebelumnya, akademisi UGM pertama kali menyampaikan Petisi Bulaksumur sebagai bentuk keprihatinan pada dinamika perpolitikan dan pelanggaran prinsip demokrasi menjelang pemilu tahun 2024.
Disusul beberapa kampus lainnya, termasuk Universitas Indonesia.
Baru-baru ini, beredar kabar bahwa tim Prabowo-Gibran menyebut sebagian akademisi kecenderungan partisan.
Seperti dalam unggahan video akun Instagram @cemilanpedas.idn, hingga berita ini ditulis sudah berhasil menyita perhatian publik dengan komentar sebanyak 1.134 komentar warganet.
Immanuel Ebenezer selaku Jubir Prabowo-Gibran mengatakan bahwa demokrasi saat ini menjadi prihatin karena akademisi ikut vokal dan menjadi partisan.
"Saya selalu menjaga demokrasi ini, menjadi prihatin dengan sikap para akademisi-akademisi yang sebagian maaf ya, sebagian kita sudah tahu kecenderungan partisan ke siapa," kata Immanuel Ebenezer.
Sontak pernyataan tersebut dijawab oleh Prof Dr Harkristuti Harkrisnowo selaku guru besar Universitas Indonesia (UI) dengan mengatakan bahwa seorang akademisi tidak memiliki kepentingan apapun.
"Kami itu guru besar mas, kami tidak punya kepentingan untuk mendapatkan posisi tertentu, mendukung paslon tertentu, we don't have that, im sorry," terang Harkristuti Harkrisnowo.
Ia kemudian menyebut bahwa akademisi hanya ingin Negara Indonesia menjalani proses demokrasi yang adil dan jujur.
"Kita hanya mau Negara Indonesia ini bangsanya menjalani suatu proses demokrasi yang adil dan jujur itu saja, jadi saya sangat tersinggung sekali dari istana mengatakan bahwa ini adalah suara partisan, tunjukkan buktikan kalau kami adalah partisan, apakah Anda bisa membuktikannya?," tuturnya.
Harkristuti Harkrisnowo membantah dengan nada tegas bahwa akademisi bukanlah seorang partisan di Pilpres 2024.
"Jadi jangan ngomong sembarangan lah, kalau orang istana ngomong sembarangan kami akademisi juga bisa marah, tidak pernah kami berpihak pada manapun," ujarnya.
Ia juga mempertanyakan bukti partisan yang kini disebut oleh pihak istana maupun tim Prabowo-Gibran tersebut.
"Kami guru besar, kami itu punya tugas tertentu di Negara ini, kami itu menegakkan etika di Negara ini, kami mendidik generasi muda, generasi Z, kok dituduh partisan, buktinya mana?," ungkapnya.
Guru besar UI menyebut bahwa sebutan partisan sangat menghina para akademisi.
"Buat saya ini sesuatu yang sangat menghina ketika kami akademisi disebut sebagai partisan," katanya.
"Kenapa kami baru muncul? Karena kami sangat prihatin, sudah begitu banyak teguran sudah begitu banyak protes, dan ternyata masih berlangsung," imbuh Harkristuti Harkrisnowo.***

Share this article
Sikap Jokowi dalam Pilpres 2024 yang disebut tak netral, membuat para akademisi terus vokal dan bersuara.