News

Banjir Rendam Jalur Pantura, Arus Balik Lebaran di Cikarang Barat Terhambat

Oleh: Fina Salsabila Aura Senin 07 Apr 2025, 15:19 WIB
Banjir Rendam Jalur Pantura

AYOJAKARTA.COM - Jalur arteri pantura tepatnya di Jalan Imam Bonjol, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengalami kemacetan parah pada Sabtu malam akibat banjir yang merendam ruas jalan tersebut.

Genangan air dengan ketinggian mencapai 30 centimeter memicu kepadatan kendaraan dalam antrian panjang, membuat kendaraan roda empat melambat secara signifikan.

Sementara itu, banyak pengendara sepeda motor terpaksa menepi karena mesin kendaraan mereka mati setelah memaksakan diri melintasi genangan.

Sejumlah petugas dari Polsek Cikarang Barat dikerahkan ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan memberikan bantuan kepada para pemudik yang terdampak, terutama pengendara motor yang mogok.

Baca Juga: Saat Silat Berhasil Menekuk Taekwondo di Ajang AFF, Pelatih Korsel Takjub dengan Timnas Sepakbola Indonesia

Kapolsek Cikarang Barat, AKP Tri Baskoro Bintang, yang langsung turun ke lokasi menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan pemantauan sekaligus pengaturan di area terdampak banjir.

"Di jalur pantura ini dan untuk saat ini baik malam ini kami dari Cikarang Barat berada di Jalan Imam Bonjol Desa Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat untuk melakukan pemantauan sekaligus pengaturan terhadap yang mana jalan ini merupakan jalan utama jalan pantura juga dilalui oleh pemudik terutama pemudik motor," ujar AKP Tri Baskoro Bintang.

Mengenai ketinggian air, ia menjelaskan, "Untuk ketinggian air kurang lebih sekitar 25 cm sampai dengan 30 cm. Ini diakibatkan karena curah hujan tinggi yang mana dari tadi siang sekitar pukul 4.00 sore sampai dengan menjelang magrib sekitar pukul 6.00 tadi curah hujan itu."

Pihak kepolisian juga menyatakan siap mengantisipasi kepadatan arus kendaraan apabila banjir tidak segera surut, dengan salah satu opsi yang disiapkan adalah pengalihan arus lalu lintas menuju jalur Inspeksi Kalimalang.

Baca Juga: Rahasia Menyembuhkan Asam Urat Tanpa Obat, Cukup Konsumsi dan Hindari Makanan Ini

Banjir tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan sejak Sabtu sore, dan kondisi diperparah dengan buruknya sistem drainase di kawasan tersebut yang menyebabkan air sulit mengalir dan genangan lambat surut.

Haryanti, salah seorang pengendara motor yang mogok dan dibantu petugas kepolisian menyampaikan keluhan, "Tadi mau mati kan kalau kena air. Jadi ya enggak tahu sih, itu memasukkan air atau enggak. Enggak tahu tiba-tiba mati aja."

Saat ditanya mengenai pengalamannya melewati banjir, Haryanti mengatakan ini pertama kali dia melihat banjir di lokasi tersebut, "Aku awal pertama kali sini yang banjir, biasanya aku lihat enggak tahu kalau ini banjir makanya saja kan robos aja, tahunya dalam."

Saat ditanya harapannya sebagai masyarakat menghadapi kondisi seperti ini, Haryanti mengatakan, "Saya enggak tahu gimana caranya, yang penting untuk jalan ini lebih baik lagi.

Bikin lagi cara-caranya, aku enggak ngerti. Ya cuma nanti buat pemisahan atau buat aja mungkin gorong-gorokan atau apa," merujuk pada perlunya perbaikan saluran air yang dinilai kurang memadai.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Desi Kris