News

Sebut Demokrasi di Indonesia Terancam, Mahfud MD Prediksi Bakal Ada Gelombang Pengunduran Diri dari Pemerintahan Jokowi

Oleh: Riky Iskandar Minggu 04 Feb 2024, 11:00 WIB
Sebut Demokrasi di Indonesia Terancam, Mahfud MD Prediksi Bakal Ada Gelombang Pengunduran Diri dari Pemerintahan Jokowi

AYOJAKARTA.COM -- Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi demokrasi di Indonesia.

Mahfud MD menyatakan bahwa demokrasi di tanah air terancam, dan hal ini dapat menyebabkan gelombang pengunduran diri dari pihak-pihak terkait.

Mantan Menko Polhukam ini menilai pengunduran diri Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok dari jabatan komisaris utama Pertamina bukan hanya sebagai tindakan personal, melainkan juga sebagai seruan moral.

Baca Juga: Disebut Bakal Gantikan Posisi Mahfud MD Jadi Menko Polhukam, Prof Yusril Ihza Mahendra: Dari Dulu...

Menurutnya, langkah Ahok mencerminkan kesadaran pribadi dan moralitas yang tinggi.

"Tidak apa-apa, itu kan kesadaran pribadi dia sekaligus itu seruan moral sebenarnya," kata Mahfud MD, dikutip ayojakarta.com dari cahnnel Youtube Kompas TV pada Minggu (4/2/2024).

Dikatakan Mahfud MD, gejala ini sudah terlihat dari beberapa pengunduran diri dalam beberapa hari terakhir.

Setelah dirinya dan Ahok, kemudian diikuti oleh deputi 5 KSP kantor stafsus. Hal itu kata Mahfud menunjukkan adanya gelombang respons terhadap kondisi demokrasi yang dinilai semakin memburuk.

"Gejala yang sekarang muncul itu mengundurkan diri, saya mengundurkan diri lalu disusul oleh deputi 5 KSP kantor stafsus, lalu Pak Ahok, itu gelombang dua hari ini," jelasnya.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Keluarga Brigadir J Tak Percaya Ada Pembunuhan, Irma Hutabarat: Bohong, Itu Tak Masuk Akal!

Ia juga memprediksi akan ada gelombang pengunduran diri serta pernyataan sikap dari civitas akademika yang prihatin terhadap kondisi demokrasi di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"3 hari ini gelombangnya kampus-kampus sudah mulai berbicara guru besarnya bahwa negara ini sedang tidak dalam keadaan baik, demokrasi terancam," ujarnya.

Reporter Riky Iskandar
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil