AYOJAKARTA.COM -- Aktivis transparansi kasus penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Irma Hutabarat menyoroti pernyataan Mahfud MD soal klaim berjasa di kasus Ferdy Sambo.
Sebelumnya di hadapan para pendukungnya, cawapres nomor urut 3 menceritakan bagaimana berjasanya dirinya dalam kasus penembakan Brigadir J yang menyeret Ferdy Sambo.
Mahfud MD menyebut jika tim kuasa hukum Kamaruddin Simanjuntak, Irma Hutabarat dan keluarga Brigadir J datang menemuinya sambil nangis-nangis tidak percaya adanya pembunuhan.
Baca Juga: Mahfud MD Ngaku Berperan Besar di Kasus Ferdy Sambo, Martin Simanjuntak Ungkap 'Real Hero', Siapa?
Pernyataan Mahfud MD ini mendapatkan sanggahan, Irma Hutabarat menyebut Mahfud MD berbohong karena faktanya tidak seperti itu.
“Kamaruddin Simanjuntak datang ditemani Irma Hutabarat bersama keluarga Yosua nangis depan saya, sampai pak tua tuh nanya ke saya Inang pernah nangis, Inang pernah dateng?” ujar Irma Hutabarat dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Irma Hutabarat – HORAS INANG pada Minggu (4/2/2024).
“Lah kan saya datengnya sama abang Martin sama ibu Yulia sama Kamaruddin sama banyak banget ada opung Nelson, lalu juga ada Yohanes Raharjo jadi kita tuh dateng berombongan pada waktu itu,” sambungnya.
Irma Hutabarat mengatakan bahwa dirinya tidak pernah datang bersama keluarga Brigadir J saat menemui Menkopolhukam pada saat itu apalagi sambil nangis-nangis.
Baca Juga: Bicara Soal Kasus Ferdy Sambo, Irma Hutabarat Ungkap 3 Poin Kebohongan Mahfud MD: Gak Masuk Akal!
Ia kemudian membeberkan sejumlah kebohongan yang disampaikan oleh Mahfud MD yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.
“Satu yang dikatakan oleh Mahfud itu adalah bohong, dua Mahfud ngarang soal waktu, tiga tidak ada kedatangan saya bersama Kamaruddin Simanjuntak dan keluarga Joshua menangis-nangis di depannya,” kata dia.
Menurutnya pernyataan Mahfud MD yang mengklaim bahwa keluarga Brigadir J tidak percaya adanya pembunuhan sungguh tidak masuk akal.
Irma Hutabarat menyebut kedatangannya bersama rekan lainnya menemui Menkopolhukam pada saat itu pada 1 Februari 2023 di mana sidang sudah berlangsung dan sebentar lagi selesai.
“Lalu juga soal menyatakan bahwa kami tidak percaya soal pembunuhan itu nggak masuk akal, karena kami datang itu tanggal 1 Februari 2023,” kata dia.
Dari apa yang disampaikan oleh Mahfud MD di hadapan pendukungnya, Irma Hutabarat menilai jika cawapres nomor urut 03 tersebut sedang mengalami kekacauan memori.
Bahkan ia juga menduga bahwa Mahfud MD tengah mengambil simpati pendukungnya agar bisa diingat sebagai sosok yang paling berjasa dalam kasus Ferdy Sambo terkait pembunuhan Brigadir J.
“Apakah ini ada kekacauan dalam memori atau kalau saya bilang bisa jadi mungkin ingin mengambil kredit bahwa sebetulnya yang teriak-teriak soal Josua itu adalah Mahfud MD dan itu adalah bohong besar,” tutur Irma Hutabarat.***