News

Banting Setir Jadi Jubir TPN Ganjar-Mahfud, Aiman Witjaksono Keluhkan Cara Polisi saat Pertama Kali Menjemput

Oleh: Karseno AJ Jumat 02 Feb 2024, 15:00 WIB
Menghindari kehancuran bangsa Indonesia di masa depan, menjadi salah satu alasan Aiman Witjaksono untuk terjun ke dunia politik.

AYOJAKARTA.COM – Menghindari kehancuran bangsa Indonesia di masa depan, menjadi salah satu alasan Aiman Witjaksono untuk terjun ke dunia politik.

Meninggalkan sementara zona nyaman sebagai seorang Pemimpin Redaksi, Aiman Witjaksono memilih untuk mulai berkecimpung pada tataran kebijakan.

Berbekal pengalaman sebagai jurnalis, Aiman Witjaksono menilai sektor korupsi merupakan hal paling esensial untuk diselamatkan.

Mengutip ucapan Mahfud MD yang didapat dari Abraham Samad selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Juru Bicara (Jubir) TPN Ganjar-Mahfud itu menilai korupsi di sektor pertambangan perlu dipangkas.

Dengan memangkas korupsi di sektor tersebut, kesejahteraan rakyat Indonesia yang selama ini hanya sebatas impian bisa mewujud menjadi kenyataan.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Aiman saat menjadi narasumber dalam siniar bersama Denny Sumargo.

Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Aiman Witjaksono Pilih Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Singgung soal Wadas

“Keuangan negara itu nomor satu, kalau saja korupsi sektor tambang dipotong, maka setiap orang di Indonesia bisa mendapatkan 20 juta,” ungkapnya, dikutip pada Jumat, 2 Februari 2024.

Angka Rp20 juta per kepala yang dimaksud Aiman mengacu pada ketersediaan akses dan layanan sebagai warga negara Indonesia, bukan sekedar nominal.

Di samping tingginya sektor korupsi, hal lain yang melatar belakangi Aiman terjun ke dunia politik karena makin meluasnya praktik KKN.

Sehingga fenomena ordal atau orang dalam semakin banyak dan menjadi kendala tersendiri di tengah masyarakat.

Buruknya birokrasi dan tata kelola kelembagaan yang selama ini cenderung diabaikan, menurut Aiman perlu mendapat perhatian.

“Ordal itu menunjukkan bobroknya sisi birokrasi, kalau birokrasinya bagus nggak perlu orang dalam karena semua sistemnya bagus, cepat, efisien dan efektif,” imbuhnya.

Baca Juga: Sejak Masuk Politik, Aiman Witjaksono Akui Langsung Dapat 6 Laporan Sekaligus di Hari yang Sama: Banyak Kejanggalan!

Sebelumnya, Aiman sempat menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam sebuah konferensi pers berkembang menjadi polemik.

Informasi yang didapatnya dari anggota kepolisian perihal adanya upaya keberpihakan terhadap salah satu paslon peserta pemilu, disikapi polisi dengan melakukan pemeriksaan.

Proses pemanggilan oleh kepolisian anggota yang dilakukan pada tengah malam, dianggap Aiman sebagai bentuk intimidasi psikis yang masih berdampak hingga saat ini.

“Panggilan polisi itu dilakukan tengah malam jam 23:50 WIB, itu membekas di anak dan istri,” jelas Aiman saat proses pemanggilan dilakukan.

Akibat dari proses pemeriksaan kepolisian tersebut, pihak keluarga masih mengalami trauma setiap kali mendengar bel rumah berbunyi.

Baca Juga: Hp Disita, Aiman Witjaksono Jubir TKN Ganjar-Mahfud MD Diperiksa Polisi, Ganjar: Kami Akan Bela Aiman

Fakta bahwa perbuatan yang dilakukan bukan menyangkut perkara terorisme, korupsi ataupun kejahatan seksual, menurut Aiman perlu dijadikan pertanyaan.

“Kenapa dilakukan tengah malam, itu menunjukkan ada hal-hal yang tidak wajar dalam kasus ini,” ungkapnya.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana