News

Mahfud MD Klarifikasi soal 'Membiarkan Ibu Lahirkan Anak Tak Berakhlak Itu Dosa Besar', Denny Darko: Prof, Anda Sebaiknya Meminta Maaf Saja

Oleh: Nuriyah Nofasari Jumat 02 Feb 2024, 10:55 WIB
Denny Darko ikut berkomentar soal perkataan Mahfud MD 'membiarkan ibu lahirkan anak tak berakhlak itu dosa besar'.

AYOJAKARTA.COM - Kabar kontroversial mencuat setelah Mahfud MD mengeluarkan klarifikasi terkait pernyataannya yang menciptakan kebingungan di masyarakat.

Dalam klarifikasinya, Mahfud MD berusaha menjelaskan maksud sebenarnya dari pernyataannya soal "membiarkan ibu lahirkan anak tak berakhlak itu dosa besar", namun hal tersebut justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan dari publik.

Salah satu pertanyaan yang muncul datang dari Denny Darko. Ia mengatakan bahwa ia merasa bingung dengan klarifikasi yang diberikan Mahfud MD.

"Saya dibingungkan oleh berita yang muncul hari ini tentang Prof Mahfud yang berusaha mengklarifikasi mengatakan sedemikian hingga dan saya bingung kenapa dia harus seperti itu,” ucap Denny Darko dalam kanla YouTube-nya, dikutip Jumat, 2 Februari 2024.

Kritik terhadap pernyataan Mahfud MD semakin berkembang ketika Denny Darko berhasil mendapatkan video asli dari pernyataan tersebut. Denny Darko mengatakan bahwa Mahfud MD salah ngomong dan akhirnya menjadi viral.

Baca Juga: Martin Simanjuntak Ungkap Kebohongan Mahfud MD yang Mengeklaim Dirinya Ikut Membongkar Kasus Ferdy Sambo

"Saya sudah pastikan Anda ini blunder salah ngomong dan akhirnya menyebabkan keviralan yang bisa digunakan oleh lawan politik untuk menyerang Anda,” ucapnya.

Pernyataan kontroversial Mahfud MD disebut isu yang sangat sensitif, yaitu mengenai kelahiran anak. Meskipun Mahfud MD berusaha memberikan klarifikasi, namun banyak yang meragukan maksud sebenarnya dari pernyataannya.

Denny Darko menilai bahwa pernyataan ini menunjukkan bahwa kapasitas seseorang dalam bidang tertentu belum tentu akan mumpuni ketika menjadi seorang politikus.

"Ini menunjukkan bahwa kapasitas seseorang saat menjadi seorang ahli atau terampil dalam bidang ini belum tentu mumpuni sebagai seorang politikus. Seseorang yang pandai mengemukakan sebuah pendapat sesuai dengan apa yang harus dikatakannya,” ucap Denny Darko.

“Saya berusaha untuk jujur memang Pak Prabowo pun demikian tetapi sepertinya Pak Prabowo lebih berhati-hati dibandingkan Prof Mahfud yang mungkin karena pengalamannya baru beberapa tahun ini menjadi seorang politikus yang harus memberikan statement yang penting dan rawan untuk dipolitisasi,” lanjutnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Brigadir J Martin Simanjuntak Bongkar Kebohongan Mahfud MD di Kasus Ferdy Sambo: Enggak Pernah Ketemu!

Dalam hal politik Indonesia, di mana setiap pernyataan politikus dapat digunakan oleh lawan politik untuk kepentingan mereka, Mahfud MD diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat dan pernyataannya.

"Beliau ini seharusnya memiliki seseorang yang bisa menjaga agar tidak blunder seperti yang terjadi hari kemarin itu tadi. Terutama saat sesuatu yang sangat emosional ini diduga menjadi penyebab mengapa beliau harus tercetus kalimat yang seperti tadi saya melihat juga bahwa ini sebuah dampak dari echo chamber effects yang ada di sekitar professor Mahfud ini,” ucap Denny.

“Sepertinya terlalu sering dikelilingi oleh orang-orang yang menyalahkan satu pihak kemudian dia terpantul-pantul informasi itu berulang kali masuk sehingga membuat apapun yang berlawanan dengan apa yang dilakukannya ini adalah orang jahat yang wajib untuk diserang,” sambungnya.

Denny Darko juga mengatakan bahwa hal ini rupanya menjadi sebuah bumerang yang mengenai dirinya sendiri dengan pernyataan yang kurang etis sebagai seorang anggota kabinet.

Bahkan, kapasitasnya sebagai seorang politikus terlihat terlalu sering dikelilingi oleh informasi yang mempengaruhi pandangan dan pendapatnya.

Baca Juga: Kebohongan Mahfud MD di Kasus Ferdy Sambo Buat Irma Hutabarat-Martin Simanjuntak Tertawa: Luar Biasa Ngawur!

Terakhir, Denny Darko mengatakan klarifikasi saja kurang tepat, sebaiknya Mahfud MD meminta maaf kepada masyarakat.

“Klarifikasi saya pikir kurang tepat Prof Anda sebaiknya meminta maaf saja mengatakan bah bahwa itu semua. Bukan maksudnya dan maaf jika ternyata menyinggung perasaan orang lain,” ucap Denny.

“Nah maka sebenarnya tidak ada yang dirugikan dan nggak ada yang akan menjadi kalah karenanya saya pikir ini adalah yang harus dilakukan seorang politikus. Jika ternyata dia kepeleset lidah dan harapannya di sini memang akhirnya masyarakat akan memaafkan dan tidak malah digunakan menjadi sebuah senjata viral yang akan menyerang dirinya sendiri,” tutupnya.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Tedi Rukmana