AYOJAKARTA.COM -- Kuasa hukum Brigadir J, Martin Simanjuntak akhirnya ikut buka suara soal pernyataan Mahfud MD yang ramai menyatakan dirinya seolah berjasa di kasus Ferdy Sambo.
Martin Simanjuntak yang merasa bahwa apa yang dikatakan Mahfud MD tidaklah benar, membantah pernyataan cawapres nomor urut tiga tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Mahfud menyebut bahwa tim kuasa hukum Brigadir J antara lain Kamaruddin Simanjuntak ditemani Irma Hutabarat dan juga Keluarga Brigadir J datang ke tempatnya dan menangis meminta keadilan atas kasus tersebut.
Tentu saja hal ini dibantah tegas oleh Martin Simanjuntak yang mengaku bahwa pertemuan yang terjadi dengan Mahfud MD di Menkopolhukam tidak sesuai dengan apa yang diceritakan Mahfud.
Martin lantas membongkar fakta sebenarnya apa yang terjadi dan kapan waktu pertemuannya dengan Mahfud MD.
Menurut Martin seperti dilansir Ayojakarta.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV, Jumat (2/2/2024), pertemuan Kamaruddin Simanjuntak, Irma Hutabarat dan juga dirinya ke kantor Menkopolhukam dilakukan di awal Februari 2023.
Dan pada saat itu bahkan kasus Ferdy Sambo sudah memasuki tahap tuntutan kepada Richard Eliezer dan juga terdakwa lainnya.
Selain itu, Martin menceritakan bahwa tidak ada adegan nangis-nangis dari keluarga Brigadir J kepada Mahfud meminta keadilan di kasus tersebut.
Lantaran saat bertemu di bulan Februari tersebut, tidak ada keluarga Brigadir J ikut mendatangi kantor Menkopolhukam.
Bahkan pembicaraan yang terjadi di sana pun bukanlah terkait kasus Ferdy Sambo dan Brigadir J.
Sedangkan jika menarik lagi prosesnya ke belakang di mana kasus ini ramai di bulan Juli 2022, Martin menyatakan saat itu Mahfud MD bahkan tengah berangkat umrah ke Mekkah.
Maka secara otomatis tidak ada pertemuan yang terjadi antara pihak Brigadir J dengan Mahfud MD.
"Nah tanggal 18 Juli pada saat proses laporan setahu saya dari tayangan-tayangan media beliau lagi di Mekkah," kata Martin.
"Dan kalau ketemu setelah pelaporan kapan enggak pernah ketemu, ketemunya di tanggal 1 Februari 2023!" tegasnya lagi.
Martin pun bahkan membeberkan sejumlah pernyataan Mahfud MD yang justru kebalikan dari apa yang ia sampaikan beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Deretan Kontroversi Mahfud MD Saat Jadi Menkopolhukam, Terbaru Soal Kebohongan di Kasus Ferdy Sambo
Dimana Mahfud justru mengaku tidak bisa ikut campur terlalu jauh di dalam kasus Ferdy Sambo itu.
"Ya mereka menyatakan keluhan dan pandangan bahkan keyakinan dari sisi mereka tentang peristiwa di rumah Kadiv Propam Bapak Sambo, itu dari sisi mereka, dan saya catat semua. Dan saya tidak berpendapat tentang kasus itu, saya hanya catat karena soal pendapat dan proses itu saya tidak boleh ikut campur, kata Pak Mahfud," ucap Martin menirukan kutipan pernyataan Mahfud dahulu.
Bahkan saat itu Mahfud mengaku hanya bisa mengawal kebijakan atau arahan presiden bahwa kasus Ferdy Sambo harus dibuka secara benar.
Martin pun menegaskan bahwa tidak ada proses nangis-nangis dari pihak keluarga Brigadir J dihadapan Mahfud MD.
"Enggak ada keluarganya Joshua dan tidak ada nangis-nangis!" kata Martin.***

Share this article
Kuasa hukum Brigadir J Martin Simanjuntak membongkar kebohongan Mahfud MD yang menyatakan dirinya seolah berjasa di kasus Ferdy Sambo.