AYOJAKARTA.COM -- Mendekati pemilihan presiden, bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat semakin gencar disalurkan oleh pemerintah.
Hal ini menjadi sorotan berbagai pihak, dan menilai bahwa bansos yang merupakan program pemerintah merupakan salah satu cara untuk menaikkan elektabilitas salah satu paslon dalam Pilpres 2024.
Salah satu orang yang menyoroti hal ini yaitu calon presiden nomor urut 01 yakni Anies Baswedan. Dia menilai bahwa bantuan tersebut merupakan politisasi bansos.
Baca Juga: Anies Baswedan Kritik Penyaluran Bansos Jelang Pemilu: Jadwalnya Bukan Sesuai Kebutuhan Politik!
Anies Baswedan mengkritik bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat secara dirapel atau digabung dalam satu kali pencairan.
Menurut Anies, bansos yang diberikan untuk masyarakat memiliki waktunya sendiri, dan tidak mengikuti kalender politik.
“Bansos itu diberikan mengikuti kebutuhan rakyat, bukan mengikuti kalender politik. Kapan rakyat membutuhkan di situ diberi bansos,” kata Anies, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Metro TV, 1 Februari 2024.
Anies pun menambahkan, yang memberikan bansos untuk masyarakat adalah negara, bukan berdasarkan keinginan politik.
Baca Juga: Sebut Kampanye Joget Mulai Berkurang, Anies Baswedan Dirujak Netizen: Selalu Nyenggol 02 Heran Deh
“Jadi ini jangan dimanfaatkan, rakyat kita cerdas dan saya yakin bansos yang diterima tapi pilihannya perubahan. Karena mereka ingin hidup lebih baik,” pungkasnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan bahwa bansos yang diberikan oleh pemerintah merupakan keputusan pemerintah, tapi keputusan rakyat untuk memilih adalah keputusan rakyat.
Diketahui, mendekati Pilpres 2024 pemerintah terus memberikan program bantuan sosial untuk masyarakat.
Namun, untuk saat ini yang menjadi perhatian yaitu adanya jumlah anggaran bansos yang hingga saat ini terus meningkat.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa ITB Terancam DO karena Keuangan, Anies Baswedan Berikan Tanggapan
Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2024 jumlah anggaran bansos telah mencapai Rp496 triliun. Jumlah anggaran tersebut lebih besar 14,4 persen dari tahun sebelumnya.***