News

ITB Terapkan Sistem Cicilan UKT dengan Pinjol Berbunga, Anies Baswedan: Ini Namanya Tidak Berkeadilan

Oleh: Nadya Donna Putri Rabu 31 Jan 2024, 14:00 WIB
Anies Baswedan tanggapi ITB yang bayar UKT dengan Pinjol

AYOJAKARTA.COM - Institut Teknologi Bandung (ITB) belum lama ini menjadi sorotan publik di media sosial. 

Begaimana tidak? Kampus ITB disebut telah menerapkan sistem cicilan pembayaran UKT atau Uang Kuliah Tunggal dengan menggunakan pinjaman online (pinjol) berbunga.

Tentunya hal tersebut menuai banyak tanggapan negatif dari netizen maupun tokoh-tokoh politik.

Baca Juga: Pembayaran UKT di ITB Via Pinjol Jadi Sorotan, Ini Hasil Audiensi Mahasiswa dengan Rektor ITB: Rektorat Bersedia untuk...

Banyaknya tanggapan negatif tersebut karena hal itu akan memberatkan mahasiswa dan keluarganya dalam pembayaran UKT apalagi dengan tambahan bunga.

Kemudian, banyak juga orang menilai bahwa ada sistem transaksi yang murahan di dunia pendidikan.

Salah satu orang yang menanggapi tentang pembayaran UKT dengan sistem cicilan berbunga itu adalah Capres No Urut 1, Anies Baswedan.

Baca Juga: 15 Jurusan Sepi Peminat di ITB yang Bisa Jadi Rekomendasi SNBP 2024, Benarkah Ada yang 0 Peminat?

Anies Baswedan berkomentar tentang pembayaran UKT dengan sistem cicilan berbunga itu juga negatif.

Ia menilai kalau hal ini terjadi, maka itu tidak berkeadilan atau tidak memiliki keadilan.

Berikut informasi selengkapnya dikutip AyoJakarta.com pada Selasa (31/01/2024) dari YouTube METRO TV:

Baca Juga: ITB Tawarkan Mahasiswa Bayar UKT Pakai Pinjol, Apakah Bunganya Sudah Sesuai Aturan OJK?

Anies Baswedan mengatakan kalau negara yang salah hingga hal ini bisa terjadi. Menurutnya, tidak boleh ada mahasiswa putus sekolah karena tak bisa membayar lalu kampus dan negara lepas tangan.

“Negara yang salah sampai ini bisa terjadi. Tidak boleh ada situasi di mana anak (mahasiswa) putus sekolah karena tidak bisa membayar kuliah. Lalu kampusnya dan negaranya lepas tangan,” ujarnya.

Anies juga mengatakan kalau hal seperti ini (cicilan uang kuliah dengan pinjol) di negara yang kapitalis sangat ekstrim saja tidak terjadi.

“Di negara kapitalis paling ekstrim saja nggak begitu. Kalau ada kesulitan, pasti diajak bicara,” lanjutnya.

Mantan Menteri Pendidikan itu berpesan kalau mahasiswa jangan dipandang sebagai customer jasa pendidikan, tapi sebagai masa depan bangsa.

Baca Juga: Ramai ITB Beri Opsi Bayar UKT Via Pinjol, Anies Baswedan: Indonesia Berbeda dengan Negara Seperti Amerika

“Kampus itu melihat mahasiswa bukan sebagai customer jasa pendidikan, tapi pandang siswa itu sebagai anak bangsa yang nanti akan membawa kemajuan bagi bangsa ini,” pesannya.

Di bagian akhir ujarannya, calon presiden nomor urut 1 pemilu 2024 tersebut mengatakan kalau ini (pembayaran UKT dengan sistem cicilan berbunga lebih dari bunga normal) namanya tidak berkeadilan.

“Apalagi bunganya lebih tinggi dari bunga normal tempat lain. Ini yang namanya tidak berkeadilan,” ujar Anies Baswedan.

Baca Juga: Kontroversi Penawaran Pembayaran UKT ITB melalui Pinjol Berbunga Terus Berlanjut, Reini Wirahadikusumah Diprotes Keras

Anies Baswedan juga menyebutkan kalau akar masalahnya adalah karena negara tidak mengalokasikan anggaran biaya pendidikan yang cukup.

“Akar masalahnya apa? Akar masalahnya karena negara tidak mau mengalokasikan uang yang cukup untuk biaya pendidikan,” akhirnya.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Desi Kris