AYOJAKARTA.COM - Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan aksi demo sebagai respons terhadap isu pembayaran uang kuliah.
Setelah aksi demo, mahasiswa tersebut kemudian mengadakan pertemuan tertutup dengan pihak Rektor ITB di Gedung Rektorat, Jalan Sulanjana, Kota Bandung.
Audiensi ini diadakan dengan tujuan mencari titik temu terkait metode pembayaran uang kuliah.
Baca Juga: 15 Jurusan Sepi Peminat di ITB yang Bisa Jadi Rekomendasi SNBP 2024, Benarkah Ada yang 0 Peminat?
Hasil audiensi dengan Rektor ITB menyatakan bahwa 182 mahasiswa yang terlibat dapat mengganti mata kuliah reguler agar dapat direvisi ulang.
Selain itu, mahasiswa diberi kesempatan untuk tetap mengikuti perkuliahan meskipun masih memiliki tunggakan pembayaran.
Ketua Kabinet Mahasiswa ITB, Yogi Syahputra mengatakan bahwa negosiasi dengan rektor ITB berhasil menghasilkan beberapa komitmen antara mahasiswa dan rektor.
Baca Juga: ITB Tawarkan Mahasiswa Bayar UKT Pakai Pinjol, Apakah Bunganya Sudah Sesuai Aturan OJK?
"Kami coba negosiasi itu tidak kembali muncul pada halaman yang paling utama. Sedangkan, pada kesempatan kali ini, juga dihasilkan beberapa komitmen antara pihak teman-teman mahasiswa dan juga dari Ibu Rektorat sendiri” ungkap Ketua Kabinet Mahasiswa ITB Yogi Syahputra, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube KompasTV, pada Rabu, 31 Januari 2024.
“Pertama, bahwa dari rektorat bersedia untuk bisa menjamin 182 mahasiswa jalur reguler untuk bisa melakukan pemilihan rencana studi atau penggantian mata kuliah dalam rentang waktu kisaran 27 Februari sampai 1 Maret," lanjutnya.
Keputusan tersebut diharapkan dapat memberikan solusi yang memuaskan bagi mahasiswa terkait permasalahan pembayaran dan akses ke perkuliahan.
Baca Juga: Mahasiswa ITB Demo Tolak Bayar Kuliah dengan Pinjol, Bunga Dinilai Terlalu Besar
Diketahui sebelumnya, Media sosial X baru-baru ini menjadi sorotan setelah akun @ITBfess memposting informasi kontroversial terkait penawaran dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Postingan tersebut menghebohkan warganet dengan membahas opsi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui pinjaman online atau yang dikenal sebagai Pinjol berbunga.
Dalam gambar yang dibagikan, terlihat selebaran yang memberikan detail tentang proses pengajuan pinjaman dan cicilan untuk biaya kuliah di ITB.
Selebaran tersebut menyebutkan bahwa layanan ini diberikan melalui mitra resmi ITB.
Program tersebut menawarkan fleksibilitas cicilan selama enam hingga 12 bulan, dengan proses pengajuan yang dijanjikan tanpa memerlukan down payment (DP) dan tanpa perlu jaminan apapun.***

Share this article
Hasil audiensi dengan Rektor ITB menyatakan 182 mahasiswa yang terlibat dapat mengganti mata kuliah reguler agar direvisi ulang.