AYOJAKARTA.COM -- Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang menyebut ibu lahirkan anak tak berakhlak.
Mahfud menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut diajukan dalam konteks perhatian terhadap dampak sosial jika ibu-ibu dibiarkan dalam kondisi sulit secara ekonomi.
"Begini, itu betul, itu konteksnya ada yang tanya dalam pertemuan. Gimana pak kalau ibu melahirkan anak tidak berakhlak," kata Mahfud MD dikutip ayojakarta dari YouTube Metro TV pada Selasa (30/1/2024).
Ia menyatakan bahwa dosa sebenarnya terletak pada dirinya sebagai masyarakat jika membiarkan ibu-ibu tersebut melahirkan anak tanpa didukung kondisi kehidupan yang layak.
"Nah saya bilang dosa kita kalau membiarkan ibu itu melahirkan anak tidak berakhlak kita yang dosa bukan ibunya yang dosa," jelas Mahfud MD.
Untuk itu, kata Mahfud MD perlu memberikan pekerjaan yang layak kepada ibu-ibu agar mereka dapat memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anaknya.
"Saya katakan, ibu-ibu itu harus diberi pekerjaan yang layak jangan sampai kerja pagi sampai sore upahnya tidak layak, tidak dilindungi oleh negara sehingga anaknya sesudah dilahirkan dibiarkan tidak dididik kadang masuk ke tempat-tempat gelap dan menjadi tidak berakhlak," paparnya.
Ia pun menyinggung perlindungan bagi ibu-ibu dari sudut ketenagakerjaan dengan tujuan agar mereka dapat hidup lebih sejahtera dan mampu mendidik anak-anaknya dengan baik.
"Kalau ibunya sibuk cari kerja serabutan nggak jelas, upahnya nggak jelas, itu nggak mungkin mendidik anaknya dengan baik, kan itu konteksnya," ucapnya.
Dengan demikian, ia menekankan bahwa pentingnya memberikan perhatian kepada kondisi sosial dan ekonomi ibu-ibu agar generasi penerus dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.***