AYOJAKARTA.COM -- Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) Dharma Pongrekun memiliki pandangan kontroversial terkait Covid-19.
Ia menyebut bahwa Covid-19 sebagai 'plandemik' yang direncanakan sejak tahun 2010.
Bahkan menurut Jenderal Bintang 3 ini, tujuan utama pandemi tersebut adalah untuk mempercepat program digitalisasi.
Ia menyatakan bahwa covid-19 bukanlah pandemi, melainkan rencana yang telah disimulasikan sejak tahun 2012 dan diimplementasikan pada 2020 di Indonesia, sementara disosialisasikan secara global pada 2019.
"Covid sudah direncanakan sejak tahun 2010 dan disimulasikan pada tahun 2012 lalu dimainkan tahun 2020 di Indonesia tapi kalau di luar disosialisasikan pada tahun 2019," ucap Komjen Dharma dikutip ayojakarta.com dari YouTube dr. Richard Lee, Mars pada Selasa (30/1/2024).
Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa nama Covid bukan sembarang singkatan, melainkan kependekan dari sertifikat of vaksin identiti digital.
Menurutnya, seluruh dunia dipaksa menerima Covid-19 sebagai bagian dari agenda percepatan program digitalisasi.
"Kenapa di Indonesia dinamakan Covid karena kesehatan berbasis farmasi, makanya seluruh dunia harus menerima yang namanya Covid, karena orang-orang sudah di shock therapy dengan ketakutan sehingga akal sehatnya hilang," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa angka 19 pada covid-19 memiliki makna khusus, yaitu A (artivisial) dan sembilan I (identiti digital).
Baca Juga: Ditanya Tentang Reshuffle Kabinet, Tom Lembong Bongkar Perbedaan dari Teknokrasi jadi Politisasi
Dengan demikian ia berpendapat bahwa setiap individu yang sudah mendapatkan vaksinasi akan menerima sertifikat identitas digital sebagai syarat untuk berbagai aktivitas.
"Lihat sekarang orang yang telah mendapat jep akan mendapat sertifikat sebagai identitas digital untuk menjadi persyaratan boleh kemana-mana. Itu permainan mereka, mereka kontrol kita by sistem," ungkapnya.
Ia menerangkan bahwa apa yang dikatakan sejak tahun 2019 tak meleset, sebab katanya sejak itu percepatan semua terjadi, bahkan semua orang menjadi apatis.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024 Ajakan Salam 4 Jari Bergema, Pertanda Paslon 01 dan 03 Berkoalisi?
Ia menyatakan bahwa percepatan digitalisasi tersebut ada hubungannya dengan ponsel yang dimiliki manusia.
Sebab sebentar lagi, masyarakat dipaksa dengan digital KTP dan semua ada aplikasinya di ponsel.
"Jadi ada hubungannya dengan handphone yang kita terima. Pada tahun 2008 mulai dari IOS dan android berkembang begitu pesat dan semua mindset digiring mengikuti permain konten yang ada di situ," sebutnya.***