AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini nama Krishna Murti disinggung langsung oleh Rismon Sianipar sebagai saksi ahli digital forensik pihak Jessica Wongso.
Dalam persidangan tahun 2016 lalu, kesaksian Rismon Sianipar tak berubah hingga saat ini bahkan ia semakin yakin CCTV sebagai alat bukti kasus Jessica Wongso adalah hasil rekayasa.
Menurut Rismon Sianipar ada dua saksi ahli sekaligus anak buah Krishna Murti yang diduga telah melakukan rekayasa CCTV.
Kedua saksi ahli yang dituding melakukan rekayasa CCTV kasus kopi sianida adalah Muhammad Nuh Al Azhar (MN) dan Cristopher Hariman Riyanto (CH).
Polemik kasus Jessica Wongso hingga saat ini belum juga usai, karena munculnya dokumenter Netflix bertajuk Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso, publik menjadi penasaran dengan kasus kopi sianida.
Jessica Wongso belakangan ini juga mendapatkan pembelaan dari berbagai kalangan, termasuk tim aliansi advokat.
Jelang pengajuan hukum luar biasa atau Peninjauan Kembali (PK), saksi ahli digital forensik pihak Jessica Wongso memberikan pesan kepada Krishna Murti terkait rekayasa CCTV.
"Berarti kan di depan mata Anda (Krishna Murti) sendiri, dia (saksi ahli MN dan CH) merekayasa CCTV, mereka berdua merekayasa video, kamera tujuh dan kamera sembilan, kedua kamera mahkota, nah bagaimana ini pak? Bisa nggak Anda ini melaporkan kedua orang yang merekayasa itu? Biar selesai masalah ini," ujar Rismon Sianipar seperti dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Balige Academy pada Rabu, 17 Januari 2024.
Ia pun turut menantang Krishna Murti untuk bertemu di Mabes Polri guna membongkar fakta yang sebenarnya terjadi.
"Kalau Anda masih tidak percaya, ayo kita bertemu di Mabes Polri Anda tanya saya langsung, dan Anda bandingkan dengan ahli-ahli lain di luar mereka berdua, independen. Kita buktikan secara ilmiah mereka merekayasa. Gitu pak Krishna Murti, progresif lah," tuturnya.
Tak sampai di situ, Rismon Sianipar juga menantang Krishna Murti untuk membandingkan keahlian IT yang ia punya dengan dosen IT lainnya, seperti dosen ITB atau UI.
"Kalau Anda masih tidak percaya ayo kita ketemu di Mabes Polri, kapan? Gitu pak. Biar saya buktikan, argumen ilmiah saya, bandingkan dengan dosen IT di ITB atau UI sana atau yang lain," tegasnya.
Sontak ia memberikan pilihan jika ia terbukti benar, maka Krishna Murti telah ditipu oleh kedua anak buahnya tersebut.
Namun, jika ia terbukti menipu dan berbohong maka Rismon Sianipar berani ditangkap oleh Krishna Murti.
"Kalau memang argumen saya benar, maka kedua anak buah Anda tersebut nyata-nyata secara terang benderang menipu Anda," katanya.
"Tapi, kalau kita bertemu di Mabes Polri dan saya menipu, tangkap saya langsung. Gitu pak Krishna Murti," ucap Rismon Sianipar. ***