AYOJAKARTA.COM -- Rismon Sianipar sebagai saksi ahli forensik pihak Jessica Wongso kembali buka suara terkait kasus kopi sianida.
Rismon Sianipar kali ini menyebutkan bahwa saksi ahli psikolog yang memberikan analisa gerak-gerik Jessica Wongso menilai gerak-gerik Jessica itu melalui video CCTV yang direkayasa dan gambar yang kabur.
Psikolog yang dimaksud Rismon bernama Antonia Ratih Andjayani, karena menganalisa memakai video CCTV yang direkayasa dan kabur Rismon menilai ini adalah sebuah bentuk pengiringan.
Sebelumnya Rismon sering mengatakan bahwa dia menduga video CCTV dalam kasus Jessica Wongso direkayasa oleh Muhammad Nuh Azhar dan Christopher Hariman.
"Video CCTV yang sudah direkayasa oleh Muhammad Nuh Azhar ini dan Christopher Hariman ini ternyata dipakai juga oleh seorang psikolog bernama Antonia Ratih Andjayani ya Nah inilah penggiringan," katanya dikutip YouTube Balige Academy, Selasa 16 Januari 2024.
Dia menilai saksi psikolog dipakai untuk memperkuat kebohongan dan penipuan dalam kasus Jessica Wongso yang ditudingnya telah dibuat oleh Muhammad Nuh Azhar agar Hakim dalam persidangan tergiring dan teryakinkan.
Disebut penggiringan karena menurutnya bagaimana bisa seorang psikolog menggunakan video kabur untuk memberikan sebuah analisa. Bahkan seharusnya menurut Rismon jika video CCTV gambarnya kabur psikolog tersebut menyerah saja memberikan analisanya.
"Bagaimana bisa menilai gerak-gerik orang, ekspresi seseorang dari video yang sudah kabur bahkan Hakim Binsar GultOm saja membedakan apa benda saja ya centerpiece dengan paperbag saja sudah susah apalagi ekspresi dari wajah Jessica gitu," katanya.
Menurut Rismon pada video CCTV tekstur wajah Jessica Wongso antara mata hidung mulut telinga tidak kelihatan, bahkan sudah hancur diburamkan oleh Muhammad Nuh Azhar dan Christopher Hariman.
"Nah bagaimana seseorang psikolog ya bisa menduga-duga dengan menilai ekspresi dari seorang Jessica, bahkan bentuk kepalanya saja sudah tidak kelihatan, mata, apalagi tangan mata itu sudah tidak kelihatan. Nah ini saya duga ini adalah bentuk penggiringan lain ya" katanya.
Menurut Rismon Sianipar dengan menggunakan video CCTV yang buram itu jika ditanyakan pendapat kepada psikolog lainnya mungkin analisa yang diberikan akan bisa berbeda.
"Perspektifnya ya ketika ditanyakan psikolog lain ya mungkin bisa berubah karena memang bisa bias pendapat dari seseorang melihat bentuk wajah Jessica, jangankan tekstur, kontur bentuknya saja sudah hancur," katanya.
Diketahui kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso kembali menarik perhatian publik setelah adanya penayangan video dokumenter kasus tersebut di netflix.
Setelah adanya film dokumenter itu banyak kemudian yang menduga bahwa Mirna Salihin mungkin saja tidak diracuni oleh Jessica Wongso.

Share this article
Rismon Sianipar menyebut psikolog analisa gerak-gerik Jessica Wongso melalui video CCTV rekayasa dan gambar kabur adalah sebuah pengiringan.