AYOJAKARTA.COM -- Soal isu akan adanya petisi 100 guna memaksulkan atau melengserkan Presiden Jokowi memang kini tengah ramai dibicarakan, salah satunya oleh kritikus politik Faisal Asegaf.
Dalam sebuah kesempatan, Faisal Asegaf terang-terangan menyebut bahwa Menkopolhukam Mahfud MD ikut menyetujui pemakzulan Presiden Jokowi.
Tentu hal ini membuat publik bertanya-tanya ada apakah dengan kondisi politik di Indonesia saat ini dan benarkah Mahfud MD terlibat di dalamnya.
Baca Juga: Alvin Lim Sebut Mahfud MD Fasilitasi 22 Tokoh yang akan Lakukan Pemakzulan Terhadap Jokowi
Dalam sebuah podcast, Faisal Asegaf yang diketahui sebagai sosok utama penggalang para tokoh dan masyarakat untuk membuat Petisi 100 memakzulkan Presiden Jokowi mengaku telah bertemu dengan Mahfud MD.
Bahkan Mahfud MD disebut telah memfasilitasi segala hal saat membicarakan soal Petisi 100 tersebut.
Menurut Faisal, tiga pembantu utama Presiden dalam bidang politik telah membuka pintu untuk menampung aspirasi masyarakat terlebih oposisi itu sudah menampilkan sebuah tamparan keras bagi Presiden Jokowi.
Hal itu tentu akan membuat publik berpikir bahwa rakyat dan Menkopolhukam telah bersatu melawan Presiden Jokowi.
"Kemudian publik menyimpulkan bahwa rakyat dan Menkopolhukam bersatu untuk melawan Presiden Jokowi," ujar Faisal seperti dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad SPEAKUP, Senin (15/1/2024).
"Apalagi yang diangkat itu isu pemakzulan," lanjutnya.
Baca Juga: Pemakzulan Jokowi oleh Petisi 100, Zulhas: Itu Saya Kira Lagi Ngimpi Barangkali Ya
Lebih jauh Faisal mengatakan bahwa apabila obrolan terkait isu tersebut datang dari luar Menkopolhukam dan dilakukan dengan berdemo itu namanya sebuah penyampaian aspirasi.
Namun menurutnya untuk hal ini, Mahfud MD sebagai Menkopolhukam berani memberikan fasilitas untuk menampung gerakan rakyat anti pemilu curang. Bahkan sampai ke pemakzulan Presiden Jokowi dan muncul di dalam forum itu menandakan dia sudah jauh memberikan kewenangan sebagai Menkopolhukam dan kewenangan DPR.
"Menkopolhukam berani memfasilitasi satu kesadaran publik gerakan rakyat ditampung dalam semangat gerakan anti pemilu curang kemudian muncul di forum itu mereka fokus mengevaluasi si Jokowi dan mint dimakzulkan itu sudah jauh kewenangan Menkopolhukam dan kewenangan DPR," katanya.
Bahkan Faisal menyebut Mahfud telah menghilangkan Marwah kehormatan Presiden Jokowi dengan melakukan hal tersebut.
"Muncul di forum tersebut ada semacam kesepahaman petisi 100 dengan Pak Mahfud bahwa untuk mencegah pemilu (curang) ada solusi konstitusi yaitu memakzulkan Presiden," ucap Faisal lagi.
Secara terang-terangan Faisal juga menyebut bahwa ini sudah merupakan sebuah kudeta secara moral yang. telah menampar Presiden Jokowi.
"Jadi peristiwa datang ke kantor yang strategis pembicaraan yang sangat sensitif melibatkan dua elemen berbeda kan penguasa dan oposisi ini sudah kudeta secara moral sudah menampar-nampar Jokowi," imbuhnya.
Tamparan itu justru langsung datang dari Menkopolhukam Mahfud MD yang secara marwah harusnya menjaga kehormatan presiden.***