AYOJAKARTA.COM – Mendekati momentum Pilpres 2024, konstelasi politik yang terjadi di Indonesia makin pelik.
Sejumlah fenomena sosial yang terjadi dan berkembang di tengah masyarakat, ditengarai merupakan indikasi adanya upaya menggagalkan Pilpres 2024.
Pernyataan terkait adanya kemungkinan upaya menggagalkan Pilpres 2024 disampaikan Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran pada 12 Januari 2024.
Menurut Habiburokhman, rencana atau upaya menggagalkan Pemilu dilakukan dengan beberapa langkah strategis.
Baca Juga: Soal Temuan PPATK Ada Aliran Dana ke 21 Parpol, Begini Tanggapan Anies Baswedan
Penyebaran koran gelap Achtung yang tersebar di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Pekanbaru, Aceh dan Sumatera Utara merupakan gejala pertama.
Dalam koran gelap tersebut, koran Achtung secara jelas dan terang-terangan membuat judul dengan kalimat provokatif dan meresahkan.
“Misalnya, inilah penculik aktivis 98 dan inilah korbannya, ini gambar Pak Prabowo yang difitnah sebagai penculik,” jelas Habiburokhman.
Terkait masih adanya berita penculikan yang diduga dilakukan Prabowo Subianto, Habiburokhman menyoroti empat fakta hukum yang ada.
Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran Bongkar Adanya Dugaan Upaya Penggagalan Pemilu 2024: Isinya Adalah Fitnah
Tak adanya kesaksian dari anggota Tim Mawar, menurut Habiburokhman merupakan indikasi pertama fakta hukum yang dimaksud.
Fakta selanjutnya terkait dengan keputusan Dewan Kehormatan Perwira Nomor Kep/03/VIII.1998/DKP, merupakan keputusan yang bersifat rekomendasi.
Fakta ketiga yang perlu diperhatikan terkait dengan pemberhentian Prabowo Subianto oleh BJ Habibie, diberhentikan secara terhormat.
Fakta hukum keempat yang disampaikan Habiburokhman adalah sejak tahun 2006, Komnas HAM tidak pernah bisa melengkapi hasil penyelidikan perkara pelanggaran HAM berat.
Habiburokhman menyebut peredaran koran Achtung bukan saja berisi berita fitnah dan tuduhan tetapi juga penuh dengan ujaran kebencian.
Upaya lain yang dianggap TKN Prabowo-Gibran sebagai upaya menggagalkan Pemilu adalah adanya gejala berisi ajakan untuk membenci TNI dan Polri.
“Kita lihat KSAD sudah menindak tegas, tapi masih ada oknum-oknum yang menggoreng isu ini, seolah-olah TNI secara sistematis berpihak pada satu pihak,” imbuhnya.
Indikasi lain yang dicurigai sebagai bentuk upaya menggagalkan Pemilu 2024 menurut Habiburokhman terlihat dari upaya menunda bansos.
“Kami mendapat reaksi keras bahwa ada usulan bansos ditunda atau dibatalkan,” ungkap Habiburokhman meniru pernyataan masyarakat di Dapilnya.
Baca Juga: Khofifah Indar Parawansa Resmi Gabung TKN Prabowo-Gibran, Mulai Aktif Kampanye Akhir Januari 2024
Karenanya, TKN Prabowo-Gibran menegaskan agar seluruh pihak bersedia mengantisipasi hal tersebut secara bersama-sama.
Perbedaan pilihan, menurut Habiburokhman merupakan suatu kewajaran yang perlu disikapi dengan bijaksana.
Habiburokhman mengajak seluruh kontestan untuk berjuang memenangkan paslon masing-masing secara baik dan membiarkan rakyat membuat keputusan.
“Saya garis bawahi, ini dugaan yang tetap perlu kita antisipasi,” jelasnya dikutip Ayojakarta pada Jumat 12 Januari 2024 dari YouTube Kompas TV.***