AYOJAKARTA.COM -- Lembaga survei Gagas Lintas Data (Galidata.id) merilis hasil survei elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) pasca debat ketiga.
Menurut survei yang dilakukan pada periode 24 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024 secara nasional, pasangan Ganjar-Mahfud berhasil menduduki posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 36,2 persen.
Pasangan tersebut mengungguli Prabowo-Gibran yang mencetak 33,3 persen, serta Anies-Muhaimin dengan 26,1 persen.
Baca Juga: Wapres Maruf Amin Berbeda Pandangan dengan Jokowi soal Debat Capres, Begini Perbandingannya
Sebuah catatan menarik adalah kemenangan Ganjar Pranowo atas Prabowo Subianto dalam elektabilitas capres, menunjukkan popularitas yang semakin meningkat.
Sementara dalam elektabilitas cawapres, Muhaimin Iskandar berhasil mengungguli Gibran Rakabuming Raka.
Hasil ini mencerminkan dinamika politik yang berkembang, dan menarik perhatian pengamat politik Ray Rangkuti.
Ray Rangkuti memberikan pandangan bahwa keberhasilan pasangan Ganjar-Mahfud dipengaruhi oleh konsolidasi politik yang efektif, terutama yang dilakukan oleh PDIP.
"Saya rasa ada tiga langkah yang dilakukan koalisi Ganjar dan PDIP. Langkah pertama yang dilakukan mereka adalah langkah konsolidasi pasca pak Jokowi membiarkan anaknya dicalonkan sebagai wakil presiden oleh pak Prabowo," ucap Ray Rangkuti dikutip ayojakarta.com dari Youtube Metro TV pada Jumat (12/1/2024).
Baca Juga: Anies Baswedan Tak Gentar Dilaporkan Pasca Debat Capres: Biar Bawaslu yang Menilai
Menurutnya, kritik terhadap Presiden Joko Widodo dan konsolidasi internal partai merupakan faktor kunci dalam keberhasilan tersebut.
"Konsolidasi itu mulai dari 13 Oktober sampai ke November. Dimana PDIP melakukan konsolidasi internal yang dicirikan dengan cara mereka dengan terus menerus melakukan kritik terhadap pak Jokowi," jelasnya.
Dengan demikian, langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh koalisi Ganjar dan PDIP, terutama konsolidasi pasca-debat, mampu membawa pasangan ini menduduki posisi unggul dalam peta elektabilitas nasional.