AYOJAKARTA.COM -- Salah satu fenomena tahunan menjelang Idul Fitri adalah peningkatan jumlah pengendara sepeda motor yang akan mudik ke kampung halaman.
Bukan hanya sebatas di wilayah Jawa Barat yang relatif dekat, mudik jelang Idul Fitri dengan sepeda motor juga banyak menuju ke Jawa Tengah, Timur dan bahkan hingga lintas nusa.
Meski oleh sebagian kalangan perjalanan mudik merayakan Idul Fitri di kampung halaman dengan sepeda motor dinilai membahayakan, jumlah pemudik roda dua tidak pernah sepi.
Guna mengantisipasi kuatnya antusiasme masyarakat untuk mudik dengan sepeda motor, pemerintah melalui sejumlah instansi terus melakukan peningkatan layanan.
Selain menyiapkan pos penjagaan dan transit peristirahatan pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar bagi pemudik, khususnya pengguna roda dua.
Langkah tersebut dilakukan, mengingat imbauan terkait jenis moda transportasi mudik yang sudah dilakukan pemerintah tidak sepenuhnya digubris.
Di samping kuatnya antusiasme masyarakat untuk bisa terhubung dengan keluarga, kuota angkutan mudik gratis yang disediakan pemerintah juga belum sepenuhnya menjangkau.
Oleh karena itu melalui Dirjen Perhubungan, pemerintah terus melakukan berbagai optimasi layanan dan persiapan berbagai kebutuhan bagi pemudik dengan kendaraan roda dua.
Sepeda motor bagi kebanyakan pemudik bukan saja alat transportasi menuju kampung halaman, tetapi juga penunjang mobilitas selama berada di tengah keluarga.
Pandangan terkait mudik menggunakan kendaraan roda dua jelang Idul Fitri tersebut, merupakan pernyataan Ahmad Yani selaku Plt Dirjen Perhubungan Darat.
“Untuk para pemudik sudah kita siapkan mulai dari bengkel, tempat istirahat bagi anak, UMKM serta kapal penyeberangan,” ungkapnya.
Baca Juga: Catat Ya! 10 Nomor Darurat Penting ketika Mudik Lebaran untuk Kondisi Darurat!
Lebih lanjut Ahmad Yani menyebut, selain memastikan kenyamanan dan keselamatan di perjalanan, berbagai persiapan juga dilakukan agar Idul Fitri senantiasa menyenangkan.
Kedepan, Plt Dirjen Perhubungan Darat berharap jumlah pemudik kendaraan roda dua bisa berkurang karena layanan transportasi publik sudah beroperasi lebih baik.
Terkait dengan kesiapan pemerintah pusat dan daerah perihal fenomena mudik 2025, Djoko Setijowarno selaku Pengamat Transportasi memberi tanggapan.
Djoko menilai, sinergitas dan kesiapan sejumlah infrastruktur fisik yang dilakukan oleh pemerintah di tingkat pusat serta daerah masih kurang maksimal.
Untuk menyiasati hal tersebut, Djoko berharap agar kondisi jalan yang kurang terbilang aman bagi pengguna sepeda motor bisa ditingkatkan.
Selain memastikan kondisi keamanan, Djoko berharap agar Efisiensi yang dicanangkan pemerintah tidak diterjemahkan dengan berhenti melakukan perawatan jalan.
“Jalan arteri di tingkat Nasional, Provinsi hingga Kabupaten perlu dirawat, dan Efisiensi ini salah satunya berdampak pada anggaran pemeliharaan jalan,” jelas Djoko.***