AYOJAKARTA.COM -- Selain sebagai wujud Hari Kemenangan menghadapi ego atau nafsu jasadiah, Idul Fitri bagi setiap negara juga memiliki makna nilai tradisi.
Bagi bangsa Indonesia, perayaan Idul Fitri kerap menjadi ajang silaturahmi dan momen untuk kembali ke kampung halaman atau diistilahkan dengan tradisi Mudik.
Tradisi mudik yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia setiap perayaan Idul Fitri, selain menjadi reuni massal antar keluarga juga merupakan simbol perwujudan Nilai Tauhid.
Prinsip Sangkan Paraning Dumadi atau siklus hidup sebagaimana similar dengan nilai Innalillahiwainnailaihirojiun, bagi masyarakat Nusantara diimplementasikan dengan Mudik.
Meski tradisi yang dilakukan setiap umat muslim di berbagai negara cenderung berbeda, minat masyarakat untuk saling berbagi kebahagiaan senantiasa tidak pernah kering.
Sebagai penambah khasanah tentang budaya menyambut Idul Fitri, berikut adalah tradisi unik di sejumlah negara di dunia.
Untuk merayakan momen Idul Fitri, umat muslim di negara Australia oleh pemerintah setempat diberlakukan aturan Toleransi.
Baca Juga: Catat Ya! 10 Nomor Darurat Penting ketika Mudik Lebaran untuk Kondisi Darurat!
Ditetapkan sebagai hari libur nasional, umat muslim di negeri Kangguru juga diperkenankan untuk menggunakan ruas jalan sebagai tempat melaksanakan Shalat Ied berjamaah.
Dengan adanya peraturan resmi tersebut, umat muslim di wilayah Australia tetap nyaman beribadah meski bukan tergolong umat mayoritas.
Berbeda dengan muslim di Australia, perayaan Idul Fitri di negara Turki justru lebih dikenal sebagai hari Festival Gula-Gula.
Festival Gula-Gula atau Seker Bayram merupakan tradisi saling berkirim panganan ke tetangga dekat berupa manisan setelah acara sungkeman keluarga.
Karena dipenuhi dengan aneka jenis penganan manis, Idul Fitri selalu menjadi momen menyenangkan bagi anak-anak di Turki.
Sementara bagi masyarakat muslim di Arab Saudi, perayaan hari Idul Fitri merupakan ajang untuk menunjukkan kepiawaian dalam hal Seni.
Selain menyelenggarakan acara tarian, teater atau membaca puisi serta pertunjukan musik, perayaan Idul Fitri juga kerap dimeriahkan dengan berbagai parade.
Umumnya kegiatan aneka jenis kesenian tersebut, dilakukan oleh umat muslim di Arab setelah menggelar Sholat Ied berjamaah.
Baca Juga: Arus Mudik 28 Maret! 500.000 Pemudik Terjebak Antrean Panjang di Pelabuhan Merak
Bagi masyarakat muslim di Tiongkok, Idul Fitri merupakan momentum untuk mendatangi makam atau ziarah kubur ke tempat peristirahatan Para Leluhur.
Lebih terfokus di wilayah Sin Jian dan Yunan, ziarah kubur ke makam leluhur dimaksudkan untuk mengenang umat muslim yang tewas selama masa pemerintahan Dinasti Qing.
Merupakan transisi dari Dinasti Ming, penolakan umat muslim terhadap dinasti Qing di kala itu berujung pada perang saudara karena divonis sebagai pemberontak.***

Share this article
Selain sebagai wujud Hari Kemenangan menghadapi ego atau nafsu jasadiah, Idul Fitri bagi setiap negara juga memiliki makna nilai tradisi.