News

KOCAK, Mahfud MD Beberkan Rahasia Dibalik Singkatan MD di Belakang Namanya, Ternyata Bermula dari Kejadian Ini, Apa?

Oleh: Dyah Arum Ratri Rabu 10 Jan 2024, 14:50 WIB
Menkopolhukam sekaligus Cawapres No Urut 3, Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM – Menko Polhukam sekaligus cawapres nomor urut 3, Mahfud MD membongkar rahasia dibalik singkatan namanya.

Sejak terpilih sebagai cawapres Ganjar Pranowo, publik menjadi penasaran dengan segala hal tentang Mahfud MD.

Termasuk dengan arti dibalik singkatan nama belakang Mahfud MD yaitu MD yang terus membuat publik penasaran.

Baca Juga: 4 Tahapan Pengisian PDSS SNBP 2024 yang Wajib Kamu Ketahui

Menjawab rasa penasaran publik tersebut, Mahfud MD tak segan membeberkan rahasia unik bagaimana singkatan MD itu terbentuk melalui podcast YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada Senin (8/1/24).

Mahfud MD mengatakan jika selama ini memang banyak sekali yang salah tafsir dengan singkatan MD yang melekat pada namanya tersebut.

Dimana banyak yang menafsirkan jika nama MD tersebut merupakan domisili hingga golongan keagamaan.

“Tuh banyak macem-macem tafsirnya ya, ada bilang MD itu Madura gitu karena saya orang Madura. Tapi ada yang bilang MD itu, karena ada dua gerakan Islam kan NU Muhammadiyah, Mahfud Muhammadiyah gitu,” terang Mahfud.

Namun rupanya, MD yang melekat pada nama Mahfud MD merupakan singkatan dari nama sang ayah.

Baca Juga: Lirik Lagu Ada Uang Ada Suara Ocha Shaptriasa ft Yanti Wuwur, Pas untuk Kritik Pemerintah

“Saya sendiri, MD itu singkatan dari, inisial dari nama ayah saya,” jelas Mahfud MD.

Cawapres Ganjar Pranowo tersebut lantas menjelaskan secara detail bagaimana mulanya inisial nama sang ayah bisa melekat pada namanya.

Singkatan nama tersebut bermula ketika Mahfud MD masih duduk di bangku SMP, dimana kala itu ada 3 siswa yang bernama Mahfud.

“Jadi begini ceritanya Mas Deni, waktu saya sekolah di SMP it, nah di situ yang namanya Mahfud tuh ada tiga orang, dulu jaman saya sekolah itu kan setiap masuk kelas diabsen satu-satu kan,” jelas Mahfud MD kepada Densu.

Lantaran ada 3 nama yang sama dalam kelas, akhirnya guru Mahfud MD berinisiatif untuk membedakan ketiga nama tersebut dengan menambahkan embel-embel.

“A, B, C, Mahfud, yang ngacung tiga orang, seminggu nggak papa Mahfud terus. Akhirnya sesudah itu guru itu bilang, kok ndak bagus ya pakai Mahfud Mahfud kok semua tiga ngacung,” ungkap Mahfud MD menceritakan masa lalunya.

Baca Juga: Awal Mula Singkatan ‘MD’ pada Nama Mahfud, Ternyata Bukan Muhammadiyah

“Gini aja, kamu Mahfud A, Mahfud B saya, Mahfud C, jadi Mahfud B saya ngacung gitu,” lanjutnya.

Namun kemudian guru Mahfud tersebut merasa tidak bagus jika nama ketiganya diberi tambahan huruf, akhirnya sang guru inisiatif kembali menambahkan nama orang tua siswa.

“Nah kemudian guru juga bilang ndak bagus ya kalau pakai A,B,C kayak becak katanya,” tutur Mahfud sambil tertawa.

Nama orang tuanya aja dong, nah yang satu tuh namanya Mahfud Musafa, lalu saya Mahfud Mahmudin, iya itu nama orang tua saya Mahmudin, lalu yang ketiga itu namanya Mahfud Hasan Basri,” imbuhnya.

Awalnya penambahan nama orang tua tersebut hanya untuk kebutuhan absen saat dipanggil saja.

“Nah itu sebenarnya hanya untuk panggilan absen aja sebenarnya, untuk presensi hadir kalau dateng, jam pertama tuh kan biasanya di itu,” kata Mahfud.

Tetapi rupanya Mahfud merasa jika tambahan Mahmudin di belakang namanya kurang bagus dan kali ini gantian Mahfud yang inisiatif merubah nama tersebut jadi inisial saja.

Baca Juga: Prabowo Disebut Kena Bully Warganet Gegara Anies Baswedan, Dianggap Provokatif dan Salah Ungkap Data

“Nah seminggu kemudian, Mahfud Mahmudin Mahfud Mahmudin gitu kan saya yang protes ke guru, Pak guru kok kurang keren ya nama Mahmudin waktu itu kan, coba disingkat gitu, apa namanya, Mahfud MD,” terang Mahfud.

“Sejak itu diganti Mahfud MD, ndilalah kata orang Jawa ndilalah tuh kok iyo gitu,” lanjutnya.

Namun siapa sangka tambahan MD di belakang namanya tersebut digunakan hingga sekarang bahkan untuk semua dokumen penting.

“Sesudah saya keluar dari sekolah itu nggak pernah dicoret ini nama, sampai seluruh ijazah saya dari SMP sampai ya SK-SK Kepres, Jabatan apapun itu tetap aja MD sampai sekarang,” jelasnya.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Jinan Vania Barizky