Awal Mula Singkatan ‘MD’ pada Nama Mahfud, Ternyata Bukan Muhammadiyah

Menkopolhukam Mahfud MD
Menkopolhukam Mahfud MD

 

AYOJAKARTA.COM - Sosok Mahfud MD kini menjadi salah satu tokoh yang menjadi sorotan publik. 

Selain menjadi seorang Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD juga merupakan calon wakil presiden (cawapres) dari paslon nomor urut 2.

Mahfud MD dikenal sebagai sosok yang dikenal jujur dan berani dalam segala aspek. 

Baca Juga: Mahfud MD Pasang Badan saat Ada yang Menghadang Anies Baswedan Jadi Capres 2024: Saya Jaga Pemerintahan Agar Tidak Ada yang Menghalangi!

Namun di sisi lain, banyak orang yang penasaran dengan nama Mahfud MD yang sebenarnya.

Diketahui bahwa nama yang biasa dicantum dalam media sosial yakni Prof. Mahfud MD, dengan memiliki gelar yakni, Dr. Muhammad Mahfud MD., SH., SU., MIP.

Terkait banyaknya orang yang penasaran dengan nama ujung ‘MD’, maka Mahfud MD mengungkapkannya melalui podcast Denny Sumargo yang akunnya bernama @CURHAT BANG Denny Sumargo.

Baca Juga: Mahfud MD Ngaku Sering Tidur di Kuburan Cina Saat Masih Sekolah

Dalam podcast tersebut, Mahfud MD menjelaskan sedikit maksud singkatan ‘MD’ yang tersemat pada namanya tersebut.

Awalnya, dalam podcast tersebut, Denny Sumargo menanyakan pertanyaan terkait apa singkatan ‘MD’ tersebut.

“Maaf sebelumnya pak, ini mewakili netizen yang penasaran. Apa kira-kira singkatan MD pada nama bapak?” tanya Denny Sumargo mewakili para publik.

Baca Juga: Terkuak! Mahfud MD Sebut Pernah Ditawari Jadi Cawapres Anies Baswedan Tapi Menolak, Ini Alasannya

Atas pertanyaan tersebut, lantas Mahfud MD menjawab memang selama ini banyak yang salah tafsir terkait kata ‘MD’ yang tersemat di namanya.

Mahfud MD menjelaskan banyak masyarakat yang menyebutkan singkatan MD adalah Madura, ada juga yang menyebutkan bahwa singkatannya adalah Muhammadiyah.

“Ya tafsir masyarakat kan beragam, ada yang bilang MD itu Madura begitu. Tapi ada yang bilang MD itu seperti dua gerakan ormas islam besar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, MD dibilang Muhammadiyah begitu,” kata Mahfud MD.

Kemudian, Mahfud MD akhirnya menjelaskan bahwa kata ‘MD’ yang terdapat pada namanya tersebut adalah singkatan dari nama ayahnya.

Adapun alasan disematkan nama ayahnya dikarenakan saat duduk pada bangku sekolah, terdapat tiga nama Mahfud, sehingga saat pemanggilan nama absen, yang angkat tangan malah ketiga orang tersebut, termasuk Mahfud MD.

Baca Juga: Sempat Dipinang Buat Jadi Pendamping Capres Anies Baswedan, Ternyata Ini Alasan Mahfud MD Tolak Tawaran

“Ceritanya begini mas Denny, waktu itu saya sekolah ada tiga nama Mahfud. Saat itu tiap masuk sekolah di absensi, Mahfud, yang angkat tangan malah tiga orang,” cerita Mahfud MD.

Sehingga, guru akhirnya menyarankan untuk menambahkan nama ayah pada akhir nama Mahfud tersebut, sehingga satu bernama Mahfud Musafar, Mahfud Hasan Basri, dan satu lagi dirinya sendiri Mahfud Mahmudin.

“Guru bilang coba pakai nama ayahnya saja. Satu Mahfud Musafar, saya Mahfud Mahmudin. Mahmudin itu diambil dari nama ayah saya. Lalu yang ketiga itu Mahfud Hasan Basri,” jelas Mahfud MD.

Nah, karena nama Mahfud Mahmudin kurang enak didengar, maka Mahfud MD akhirnya berinisiatif menyingkatkan nama ayahnya menjadi MD, sehingga akhirnya menjadi yang seperti saat ini, bernama Mahfud MD.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Mahmudin
# Mahfud MD
# nama

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.