News

Sampaikan Visi Misi di Debat Capres Ketiga, Anies Baswedan: Presiden Bukan Hanya Hadir dalam Forum-forum

Oleh: Nadya Donna Putri Senin 08 Jan 2024, 15:04 WIB
Anies Baswedan di Debat Capres Ketiga

AYOJAKARTA.COM – Pada Minggu (07/01/2024) malam, telah ditayangkan secara langsung Debat Capres Ketiga di Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Pada Debat Capres Ketiga ini, Ganjar Pranowo mendapatkan urutan pertama untuk menyampaikan visi misi.

Setelah Ganjar Pranowo, barulah Anies Baswedan dan Prabowo Subianto menyampaikan visi misi mereka.

Debat Capres Ketiga ini mengangkat tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik dan Politik Luar Negeri.

Baca Juga: Disebut Banyak Serang Prabowo Subianto Secara Personal, Anies Baswedan Dinilai Salah Strategi

Para capres bergantian menyampaikan visi misi sesuai tema tersebut, termasuk Anies Baswedan.

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV pada Senin (8/1/2024), Anies Baswedan menyampaikan visi misinya yaitu ingin mengembalikan Indonesia sebagai pelaku utama konstelasi global.

Ia berharap Indonesia juga akan jadi penentu arah perdamaian dan kemakmuran bangsa.

Mantan Menteri Pendidikan ini juga turut menyinggung tentang kekuatan Indonesia dalam bidang kebudayaan, kesenian, ekonomi dan kuliner agar bisa mendunia.

Baca Juga: Susul Mario Dandy, Rafael Alun Resmi Dipenjara 14 Tahun di Kasus Gratifikasi dan TPPU

Saat menyampaikan visi misinya di Debat Capres Ketiga, Anies Baswedan turut menyinggung soal peran presiden dalam diplomasi yang bukan hanya hadir dalam forum-forum saja.

“Presiden menjadi panglima diplomasi Indonesia, bukan hanya hadir dalam forum-forum,” ujar Anies Baswedan.

Anies Baswedan melanjutkan bahwa tugas presiden adalah hadir serius dalam memperjuangkan amanat.

“Tapi hadir mewarnai, hadir serius dalam memperjuangkan amanat, termasuk amanat terpenting,” lanjutnya.

Baca Juga: 7 Kontroversi Arya Wedakarna, Ngaku Raja Majapahit sampai Menyindir Hijab Islam

Ia juga memberi contoh amanat terpenting itu menghapuskan penjajahan yang terjadi di Palestina.

Tindakan tersebut bukan hanya berbentuk pernyataan dalam upacara saja, tetapi aksi langsung dengan jajaran diplomasi.

“Menghapuskan penjajahan di muka bumi, bukan sekedar statement dalam upacara, tapi presiden dan seluruh jajaran diplomasi bekerja keras untuk itu khususnya untuk Palestina,” jelasnya.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Fathul Amanah