News

Jelang Debat Capres Kedua, Media Penyelenggara Dikhawatirkan Tidak Netral, Ternyata ini penyebabnya

Oleh: Riky Iskandar Minggu 07 Jan 2024, 11:38 WIB
Jelang Debat Capres Kedua, Media Penyelenggara Dikhawatirkan Tidak Netral, Ternyata ini penyebabnya

AYOJAKARTA.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyelenggarakan debat Calon Presiden (Capres) kedua di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada Minggu (7/1/2024) malam.

Debat capres kedua ini akan mengusung tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.

Namun, kontroversi muncul karena penyelenggara debat capres kedua ini adalah, MNC Grup.

Baca Juga: Duga Ada Campur Tangan Aparat atas Dicabutnya Izin Kampanye di Beberapa Daerah, Timnas AMIN: Kami Tidak Takut dan Siap Hadapi

Sekadar informasi, MNC grup dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo yang juga sebagai ketua umum partai yang mendukung salah satu pasangan calon.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait netralitas media dalam pelaksanaan dan pasca-debat, mengingat arah dukungan media yang dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo tersebut.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, mempercayai bahwa KPU selalu membuat keputusan terbaik.

"Keputusan ada di KPU, dan kami percaya KPU bisa memutuskan yang terbaik untuk pemilu ini," ujar Arsjad dikutip Ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Minggu (7/1/2024).

"Kita bisa lihat dari debat sebelumnya ini bagian dari pelaksanaanya saja penyelenggaraannya, di situ ada KPU, Bawaslu semuanya ada di situ, sehingga saya rasa kita kembalikan kepada KPU dan kami percaya KPU bisa memutuskan yang terbaik yang namanya Pemilu," tambahnya.

Baca Juga: Fakta Baru Edi Darmawan pada Kasus Jessica Wongso: Dihadapkan 2 Pilihan Sulit, Ternyata 'Dikasih' Jalan Tengah

Menanggapi kontroversi ini, Komisioner KPU August Melasz menegaskan bahwa semua media penyelenggara yang diundang telah duduk bersama untuk membahas netralitas.

"Semua media penyelenggara yang kami undang duduk satu meja membahas persoalan ini bersama-sama dan membagi peran masing-masing," ungkap August.

Reporter Riky Iskandar
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil