News

Aktivitas Sesar Cileunyi-Tanjungsari Jadi Penyebab Gempa M 4.8 Sumedang, Badan Geologi: Tidak Menyebabkan Tsunami

Oleh: Dhiajeng Ayu Utri Agustin Senin 01 Jan 2024, 19:52 WIB
Aktivitas Sesar Cileunyi-Tanjungsari Jadi Penyebab Gempa M 4.8 Sumedang

AYOJAKARTA.COM - Kota Sumedang diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 4,8 yang terjadi di kedalaman 5 km pada Minggu, 31 Desember 2023 pukul 20:34:24 WIB.

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM) Muhammad Wafiq mengatakan bahwa penyebab terjadinya gempa yang mengguncang Sumedang diakibatkan karena adanya aktivitas sesar aktif yaitu sesar Cileunyi-Tanjungsari.

Berdasarkan data dari BMKG, ini merupakan sesar mendatar mengiri yang sebarannya mulai dari selatan Desa Tanjungsari terus hingga ke timur laut dan lembah Sungai Cipelas, dan nilai lajur geser berkisar antara 0,19-0,48 mm/tahun.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Gempa Bumi yang Guncang Sumedang di Malam Tahun Baru 2024

Wafiq juga menjelaskan bahwa morfologi daerah sekitaran pusat gempa bumi merupakan dataran hingga dataran bergelombang, setempat lembah, perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal.

Dari data Badan Geologi (BG) daerah Sumedang secara umum tersusun dari tanah sedang (kelas D) dan tanah keras (kelas C).

Wilayah yang diguncang gempa ini juga tersusun oleh endapan kuarter berupa batuan rombakan gunung api dan endapan danau.

Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Sumedang di Malam Tahun Baru, Sejumlah Bangunan Rusak dan Pasien RS Berhamburan Keluar Gedung

"Sebagian batuan telah mengalami pelapukan. Endapan kuarter secara umum bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi," jelas Wahid dikutip dari laman esdm.go.id, Senin 1 januari 2024.

Selanjutnya, Wafiq juga menambahkan bahwa morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan rombakan gunung api.

Ini juga telah mengalami pelapukan sehingga memunculkan potensi gerakan tanah yang bisa dipicu oleh goncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Baca Juga: Update Gempa Sumedang: Rumah Rusak hingga RSUD Sumedang Buka Tenda Darurat

Namun, gempa bumi yang terjadi di Sumedang ini diyakini tidak akan menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi berada di darat.

Akibat dari gempa bumi ini menimbulkan kerusakan rumah penduduk di Kampung Babakan Hurip, Kelurahan Kotakaler, kampung Rancapurut, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, dan juga Kecamatan Sumedang Selatan.

Berdasarkan data BMKG, lokasi gempa bumi yang mengguncang Sumedang terletak di darat pada koordinasi 107,94 BT dan 6,85 LS, berjarak sekitar 1,5 km timur Kota Sumedang Provinsi Jawa Barat, dengan magnitudo M4,8 pada kedalaman 5 km.

Lebih lanjut, Wafiq juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bisa mengikuti arahan serta informasi yang akurat dari BPBD setempat.

Masyarakat juga diharapkan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dan jangan terpancing dengan adanya isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi yang terjadi.

Baca Juga: Rumah dan Fasilitas Umum Rusak, Korban Dievakuasi ke RSUD Sumedang pasca Gempa Bumi M 4,8

Wafiq juga menambahkan karena wilayah Kabupaten Sumedang tergolong rawan gempa bumi, maka dari itu perlu adanya peningkatan mitigasi gempa bumi.

Ia juga menyarankan apabila ingin membangun bangunan harus menggunakan konstruksi tahan gempa agar bisa menghindari resiko kerusakan akibat guncangan gempa bumi. ***

Reporter Dhiajeng Ayu Utri Agustin
Editor Desi Kris