AYOJAKARTA.COM - Selain berwisata ke dataran tinggi, salah satu cara yang banyak dilakukan masyarakat menyambut malam tahun baru 2024 adalah berlibur ke pantai.
Merayakan malam tahun baru 2024, baik di sekitar pantai ataupun di pegunungan tentu saja perlu mempertimbangkan faktor cuaca.
Selain karena malam tahun baru 2024 bertepatan dengan musim penghujan, adanya potensi cuaca ekstrim di sejumlah wilayah juga bisa menjadi kendala tersendiri.
Baca Juga: Info Gempa Terkini: Gempa M5,0 Guncang Garut-Tasikmalaya Hari Ini, Potensi Tsunami?
Karena itu, penting bagi setiap masyarakat untuk tetap memperbaharui informasi menyangkut perubahan cuaca di malam pergantian tahun.
Pendapat terkait dengan perlunya kewaspadaan tersebut disampaikan langsung oleh Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG.
Berdasarkan hasil pemantauan serta prediksi BMKG, Dwikorita menyampaikan agar masyarakat mewaspadai fenomena perubahan angin.
“Untuk wilayah yang perlu kita hati-hati, itu terutama di perairan Samudera Hindia, mulai dari Provinsi Lampung menuju ke Banten hingga Selatan Banten,” jelasnya.
Adanya kecepatan angin relatif tinggi di sekitar Selat Sunda tersebut, menurut Dwikorita mampu memicu terjadinya gelombang tinggi.
Sebagai salah satu bentuk langkah pemantauan, BMKG juga telah memasang radar maritim di sekitar wilayah Selat Sunda.
Masyarakat dihimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca, mengingat potensi arus kuat bisa saja terjadi di kawasan Selat Sunda.
Di samping wilayah Selat Sunda, BMKG juga memusatkan perhatian untuk wilayah Selatan Jawa Tengah, Jawa Timur.
“Juga di Selatan Jawa Tengah, Jawa Timur juga perlu mewaspadai tentang gelombang tinggi tersebut,” imbuh Dwikorita.
Sehubungan dengan adanya anggapan yang terjadi di masyarakat menyangkut potensi hadirnya cuaca ekstrim, Dwikorita membenarkan hal tersebut.
Menurutnya, pada tanggal 31 Desember 2023 sampai dengan 1 Januari 2024 potensi hujan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.
“Dapat terjadi di beberapa wilayah seperti di Sumatera dan Jawa, kemudian Kalimantan Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua,” jelas Dwikorita.
Sementara untuk wilayah Jabodetabek, Dwikorita memperkirakan akan terjadi fenomena perubahan cuaca pada periode siang, sore, dan berlanjut pada malam hari.
Adapun wilayah-wilayah yang perlu untuk lebih bersikap waspada pada kisaran periode waktu tersebut antara lain di Bogor, Depok, Tangsel, Bekasi Selatan dan Jakarta.
“Menjelang tahun baru, cuacanya berawan, dan potensi hujannya dapat terjadi lagi setelah melewati malam tahun baru,” jelasnya.
Lebih lanjut Dwikorita menambahkan, masyarakat bisa mengupdate informasi secara real time melalui aplikasi Info BMKG.
“Kami menggunakan radar, tidak hanya prakiraan,” pungkasnya dikutip Ayojakarta, Minggu 31 Desember 2023 dari kanal YouTube Metro TV. ***