AYOJAKARTA.COM - Kontroversi pembayaran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khususnya untuk Ahli Gizi dan Akuntan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut belum cair sejak bulan Januari atau selama 3 bulan lamanya, kini sudah ada titik terang?
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber Dadan Hindayana selalu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sempat buka suara perihal hal ini.
Dadan menyebutkan bahwa gaji Kepala Dapur MBG yang tertunda selama 3 bulan itu akan segera dibayarkan pekan depan atau sebelum Lebaran Idul Fitri.
"...akan dibayarkan minggu depan," ujar Dadan pada Sabtu (22/3/2025).
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Hari Ini 26 Maret 2025 di Wilayah Kota Jakarta dan Kepulauan Seribu
Jika melihat dari pernyataan ini, maka dapat disimpulkan bahwa pembayaran akan didapat pada minggu ini atau paling lambat sebelum lebaran.
Setidaknya sebanyak 1.994 SPPI diketahui belum mendapatkan haknya walau sudah bekerja selama 3 bulan.
Lantas apa yang menyebabkan pembayaran ini terhambat?
Berbagai faktor disebut menjadi salah satu alasan pembayaran kepada SPPI ini terlambat yakni karena status administrasi SPPI yang merupakan PPPK.
Viral Pembayaran Sejumlah Staff SPPG Belum Dibayarkan
Sebelumnya, sempat viral di media sosial x mengenai pembayaran staff SPPG (Ahli Gizi dan Akuntan) yang tertunda selama 3 bulan lamanya.
Dikutip ayojakarta.com dari akun x @ursweetbbyyyy pada 26 Maret 2025, akun tersebut mempertanyakan pembayaran yang belum diberikan oleh pemerintah.
"Yth.
@prabowo
@badangizinasional
Seperti target yang Kami dengar, 5000 dapur dalam tahun 2025, bisa kah gaji Kami—staff SPPG se Indonesia—yang sudah running sejak Januari dan Februaru ini, bisa dibayarkan terlebih dahulu, Bapak?," tulisnya pada 21 Maret 2025 dan sudah disukai lebih dari 11 juta pengguna platform x.
Dihubungi oleh ayojakarta.com pada hari ini, pemilik akun @ursweetbbyyyy menyebutkan bahwa beberapa staff SPPI pada minggu ini sudah ada yang menerima pembayaran namun, dirinya sendiri hingga saat ini belum mendapatkan pembayaran tersebut.
"tapi untuk saat ini sebagian sppi sudah mendapatkan haknya," pungkasnya saat dihubungi via direct message platform x Rabu, (26/03/2025)
"untuk ahli gizi dan akuntan belum ada yg menerima gaji sampai pukul 17.05 win saat ini," lanjutnya.
Lebih lanjut ia pun menjelaskan bahwa pembayaran yang belum ia terima ini membuatnya cemas walapun tetap berusaha berpikir positif kepada pemerintah.
"kalo aku berusaha posthink aja tapi tetep harap harap cemas," ujarnya.
Diketahui 1.364 pegawai SPPG yang terdiri dari akuntan dan ahli gizi belum menerima pembayaran hingga saat ini.
Baca Juga: Ada Danau Sunter! 12 Rekomendasi Wisata di DKI Jakarta, Banyak yang Gratis Loh...
Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergisi gratis merupakan salah satu janji program yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ketika melakukan kampanye di Pemilu 2024.
Program ini diketahui bertujuan untuk menurunkan angka stunting hingga menurunkan angka kemiskinan.
MBG menjadi program Prabowo dan Gibran untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Diketahui pada tahun ini anggaran untuk program MBG bahkan mencapai Rp171 T.
Kontroversi Program MBG
1. Perubahan biaya
Awalnya masyarakat diberikan janji akan diberikan porsi makan untuk MBG sekitar Rp15.000-20.000 namun faktanya mengalami pemangkasan biaya menjadi Rp10.000.
Pemangkasan tersebut menuai kontroversi karena apakah akan sesuai dengan misi untuk memberikan makanan bergizi kepada masyarakat dengan nominal Rp10 ribu.
Terlebih, setelah dilakukan uji coba MBG di sejumlah sekolah tidak semua sekolah mendapatkan makanan bergizi.
2. Efisiensi Anggaran di Sejumlah Kementerian/Lembaga (K/L)
Ramainya efisiensi anggaran yang dilakukan disejumlah K/L ramai disebut untuk menutupi program MBG yang saat ini masih berlangsung sejak 6 Januari 2025.
3. Pembayaran yang Terlambat
Terkini, dibalik berjalannya program MBG di masyarakat ternyata pembayaran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis belum dibayarkan oleh pemerintah.
Sontak hal ini pun membuat masyarakat geram, terlebih program ini menjadi unggulan di pemerintahan Prabowo-Gibran.
"BELUM DIBAYAR GINI KOK DIA BISA BILANG PEMIMPIN DUNIA MAU BELAJAR MBG DARI INDONESIA," tulis salah satu warganet.***