News

Bikin Trenyuh! Umi Pipik Bagikan Kisah Awal Menjadi Pendakwah, Bukti Nyata Firasat Uje Sebelum Meninggal

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Jumat 22 Des 2023, 16:05 WIB
Sosok Umi Pipik, istri mendiang Ustadz Jefry Al Buchori atau Uje, kini memang mengikuti jejak sang suami yaitu menjadi pendakwah.

AYOJAKARTA.COM — Sosok Umi Pipik, istri mendiang Ustadz Jefry Al Buchori atau Uje, kini memang mengikuti jejak sang suami yaitu menjadi pendakwah.

Namun, rupanya menjadi seorang pendakwah bukanlah cita-cita Umi Pipik dari dulu, dan bukan pula sebuah tuntutan karena pernah menjadi istri seorang pendakwah terkenal seperti Uje.

Dalam sebuah kesempatan, Umi Pipik pun membagikan kisah awal mula dirinya bisa menjadi seorang pendakwah seperti saat ini.

Ternyata, perjalanan yang ia lakoni saat ini pernah diucapkan Uje sehari sebelum almarhum meninggal dunia dan seolah menjadi firasat yang jadi kenyataan.

Baca Juga: Umi Pipik Dukung Irish Bella yang Ingin Pisah dari Ammar Zoni: yang Penting Tidak Boleh Gagal Jadi Orang Tua

Awalnya Umi Pipik menceritakan bahwa dirinya dulu masih belum berhijab ketika menikah dengan Uje.

Bahkan ia yang dulunya model dan akhirnya memutuskan sebagai ibu rumah tangga tidak pernah terpikirkan untuk menjadi seorang pendakwah layaknya sang suami.

"Saya juga gak punya cita-cita jadi pendakwah, nggak punya kepikiran saya bakalan di jalan ini saya gak kepikiran, karena saya hanya dulu ibu rumah tangga," kisah Umi Pipik dalam podcast bersama Meisya Siregar di kanal YouTube Alanabi Channel, Jumat, 22 Desember 2023.

Kala itu, satu hari sebelum meninggal, Uje rupanya seolah telah memberikan firasat yang tidak disadari Umi Pipik bahwa itu adalah pesan terakhir dari sang suami.

Saat itu, di siang hari sebelum Uje meninggal dunia, ustadz yang memiliki suara emas itu rupanya masih salat Zuhur bersama sang istri.

Baca Juga: Wamen Keuangan RI: PNM Harus Terus Bina Kelompok UMi

"Satu hari sebelum meninggal Uje, malam meninggal, siang itu masih salat sama saya berdua di kamar," ujar Umi Pipik.

Setelah salat, dikisahkan Umi Pipik, Uje menyampaikan bahwa sang istri harus siap berdakwa sebentar lagi.

"Selesai salat Zuhur dia ngomong ama saya, 'Mi kamu udah harus siap dakwah'," ujar Umi Pipik menirukan ucapan Uje saat itu.

Umi Pipik pun mengaku kaget dan menolak perkataan Uje karena dia mengaku tidak memiliki ilmu apapun layaknya seorang pendakwah.

Hah jangan saya lah, saat itu saya ngaku nggak punya ilmu apa-apa.

Baca Juga: Dilaporkan Umi Pipik ke Polisi Buntut Konten Jilat Es Krim, Oklin Fia Terancam Penjara di Atas 5 Tahun

"Kamu aja yang dakwah, kan orang tahunya kamu yang dakwah, kenapa harus saya," jawabnya kala itu.

"Dan saat itu dia bilang sebentar lagi semua orang bakalan tahu kamu. Sebentar lagi semua orang bakalan lihat kamu nggak lihat saya," lanjutnya.

Ibunda dari Abidzar itu pun mengaku bahwa saat itu ia tidak mengerti apa yang disampaikan sang suami, dan bahkan tidak memiliki firasat apapun atas ucapannya.

"Dan itu saya nggak ngerti maksudnya, nggak punya firasat kalau nanti malam dia bakal meninggal, orang sehat," katanya.

Namun Uje lagi-lagi di siang itu menegaskan kepada Umi Pipik, bahwa sebentar lagi banyak orang yang akan fokus kepadanya dan dia akan mengalami ujian hidup yang besar.

Baca Juga: Sinergi PNM dengan PIP, Lakukan Penandatangan Akad Perjanjian Pembiayaan UMi

"Semua orang bakalan lebih fokus ke kamu, kamu harus sabar ujian kamu dahsyat nanti," kata Uje yang ditirukan Umi Pipik.

Uje pun satu minggu sebelum meninggal rupanya seolah-olah sudah memiliki firasat akan meninggal anak dan istrinya sehingga ia tidak mengambil jadwal dakwah apapun.

Satu minggu sebelum meninggal, Uje diceritakan Umi Pipik full menjadi ayah dan suami yang baik di rumah.

Sepeninggal Uje, tepatnya setelah 4 bulan selesai masa iddah, Umi Pipik tiba-tiba mendapat panggilan untuk berceramah di Kalimantan.

Saat itu Umi Pipik baru sadar apakah ini yang dimaksud almarhum suaminya sebelum meninggal.

Dari situ lah Umi Pipik kemudian meyakinkan diri dan belajar lebih dalam lagi soal agama dan menjadi pendakwah hingga saat ini.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana