News

Buah Pernyataan Politik Dinasti Ade Armando Kian Menjadi, Rumah Mertua Ketum PSI jadi Sasaran Aksi Demonstrasi

Oleh: Karseno AJ Kamis 07 Des 2023, 20:31 WIB
Buah Pernyataan Politik Dinasti Ade Armando Kian Menjadi, Rumah Mertua Ketum PSI jadi Sasaran Aksi Demonstrasi (YouTube Kompas TV)

AYOJAKARTA.COM – Pernyataan Ade Armando yang merupakan salah satu anggota Partai Solidaritas Indonesia terkait politik dinasti, menuai kontroversi.

Dalam salah satu unggahan video, Ade Armando sempat menyoroti sistem pengangkatan Gubernur di DI Yogyakarta yang diperoleh tanpa melalui proses Pemilu.

Tidak terima dengan pernyataan Ade Armando, sejumlah masyarakat Yogyakarta mendatangi kantor Partai Solidaritas Indonesia.

Baca Juga: Buntut Ungkapan Politik Dinasti, Kaesang Persilakan Ade Armando Hengkang dari PSI

Di kantor DPW PSI warga Yogyakarta menuntut agar Ade Armando mempertanggung jawabkan pernyataannya.

Atas polemik yang ditimbulkan tersebut, Ade Armando mengajukan permohonan maaf atas unggahan videonya mengenai politik dinasti.

Dalam permohonan maafnya, Ade juga menjelaskan bahwa pernyataan merupakan pandangan serta sikap politik pribadi, bukan mewakili PSI.

“Ini tidak ada hubungannya dengan pandangan politik maupun policy dari DPP PSI dan DPW PSI Yogyakarta,” ungkap Ade.

Kendati telah meminta maaf, Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta untuk Sinambungan Keistimewan atau Paman Usman melaporkan Ade ke polisi.

Baca Juga: Paman Usman Ultimatum PSI Agar Pecat Ade Armando, Deadline-nya 6 Desember 2023

Paman Usman menilai Caleg PSI tersebut telah menyebarkan berita bohong serta mencederai keistimewaan Yogyakarta.

Sehubungan dengan adanya laporan yang dilakukan oleh Paman Usman tersebut, Ade Armando memberikan tanggapan.

Dalam pernyataan resminya, Ade bersedia untuk mempertanggung jawabkan dan memberi penjelasan terkait dengan pernyataannya.

Menyikapi situasi yang semakin meruncing, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep meminta seluruh anggota untuk mentaati konstitusi.

Baca Juga: Raja Kraton Jogja Buka Suara Terkait Ucapan Ade Armando Perihal Politik Dinasti DIY, Sultan HB X: Amanat Konstitusi

Lebih lanjut, Kaesang menghimbau kepada seluruh kader PSI yang tidak bisa mematuhi aturan dipersilahkan untuk meninggalkan PSI.

“Buat kader PSI yang tidak bisa mengikuti undang-undang, buat Bang Ade maupun kader lain yang nggak bisa taat bisa keluar dari PSI,” tegas Kaesang.

Menyikapi pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Umum PSI, Ade Armando kembali memberi tanggapan.

Menurut Ade, pernyataan yang telah disampaikan Kaesang merupakan bagian dari wewenang serta tanggung jawab terhadap partai.

Langkah Kaesang, Ade menambahkan juga bentuk dari upaya melakukan penertiban di dalam lingkup partai.

Baca Juga: Merasa Difitnah, Ade Armando Klarifikasi Soal Megawati Marah-Marah kepada Hasto hingga BIN

“Sebagai seorang Ketua Umum PSI, memang beliau punya kewajiban dan punya kewenangan untuk menertibkan anggotanya,” ungkap Ade.

Karena itu sebagai salah satu kader dan anggota dari PSI, Ade menyatakan kepatuhan atas kebijakan yang ditempuh Ketua Umum.

Terlebih karena pernyataannya juga ikut berdampak pada pembersihan atribut PSI serta mengganggu kenyamanan kehidupan pribadi Kaesang.

“Saya mendengar bahwa mertua dari Mas Kaesang itu di demonstrasi, dan terjadi vandalisme,” imbuh Ade.

Baca Juga: Buntut Pernyataan Politik Dinasti DIY, Kaesang Pangarep Minta Ade Armando Keluar dari PSI Jika Tak Taat Konstitusi

Lebih lanjut, Ade menyatakan kesediaan untuk keluar dari keanggotaan PSI apabila permohonan maaf yang telah disampaikannya ke publik masih belum cukup. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Hengky Sulaksono