AYOJAKARTA.COM – Beredar sebuah gambar Artificial Intelligence (AI) di media sosial yang mana terlihat pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 menggunakan dasi dan pin pelangi.
Gambar capres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menggunakan dasi dan pin pelangi disebut menggambarkan bahwa mereka mendukung gerakan LGBT.
Terkait isu yang beredar tersebut, Sekjen Jaringan Nasional (Jarnas) For Gibran, Azwar Muhammad mengungkapkan bahwa pasangan capres dan cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) tidak mendukung atau pro terhadap gerakan LGBT.
"Narasi Prabowo-Gibran pro LGBT itu adalah pelintiran dan sengaja digoreng oleh beberapa pihak lewat media. Saya tegaskan Prabowo-Gibran tidak pro LGBT," ungkap Azwar Muhammad, dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com.
Selain itu, Azwar Muhammad menilai bahwa isu terkait dukung LGBT juga dikaitkan dengan pernyataan TKN Prabowo-Gibran terkait persamaan hak warga negara itu sangat kontra produktif dengan kampanye anti hoaks.
sebelumnya, jubir TKN Prabowo-Gibran sempat mengungkapkan terkait persamaan hak yang diatur dalam konstitusi.
"Pernyataan jubir TKN Prabowo-Gibran beberapa hari yang lalu dalam sebuah acara konteksnya adalah persamaan hak yang diatur dalam konstitusi, ini yang juga kemudian digoreng,” kata Azwar.
“Hal ini sangat kontra produktif dengan kampanye anti hoaks yang selama ini kita dorong," lanjut Azwar Muhammad.
Baca Juga: Hendropriyono Datangi Kantor Kemenhan, Prabowo Subianto: Bertemu Kembali Mentor Saya
Dalam kesempatan yang sama, Azwar mengungkapkan bahwa capres dan cawapres Prabowo-Gibran tetap akan berlandasan pada konstitusi, terkait hak warga negara dan hak asasi manusia yang telah diatur dalam Pasal 27 UUD 1945.
"Pasangan Prabowo-Gibran tentu tidak akan keluar dari konstitusi. Bisa dicek tidak ada pernyataan Prabowo-Gibran yang pro LGBT," jelas Azwar Muhammad.
Dengan demikian, sebagai bagian dari relawan Prabowo-Gibran, pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan konstitusi agar tidak didiskriminasi.
"Ini harus dimaknai secara luas karena di dalamnya ada norma dan agama yang juga menjadi pertimbangan," tutur Azwar Muhammad.
Berkenaan dengan foto yang dianggap pro terhadap LGBT, Wakil Komandan Bravo TKN Prabowo-Ginram, Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan bahwa foto AI yang menggambarkan Prabowo-Gibran menggunakan dasi dan pin pelangi tersebut bukanlah buatan mereka.
Diketahui bahwa foto yang beredar yang mengungkapkan pasangan Prabowo-Gibran pro LGBT adalah buatan pihak lain.
"Hoax. Kami tidak pernah buat-buat begini. Kita tahulah siapa yang suka menyebar-nyebar begini, berupaya memfitnah Pak Prabowo-Mas Gibran. Kita senyumin ajalah," ungkap Herzaky.***