AYOJAKARTA.COM - Capres ganjar Pranowo mulai banyak membeberkan program-program yang diusungnya jika menang dalam kontestasi Pilpres 2024.
Salah satu yang disoroti pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD adalah menangani isu perempuan.
Ganjar Pranowo menyatakan, terkait isu perempuan dan anak bisa dilakukan dengan tindakan afirmatif.
"Apa tindakan untuk isu perempuan dan anak? Affirmative action," kata Ganjar Pranowo dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Sabtu, 25 November 2023.
Ganjar menjelaskan, isu perempuan dan anak, hingga penyandang disabilitas juga telah masuk dalam visi misi dirinya dan Mahfud MD di Pilpres 2024.
Dalam visi misi tersebut, Ganjar menyebut ada prioritas untuk isu perempuan di beberapa bidang.
Salah satunya terkait pendidikan, dimana menurut Ganjar, untuk kelompok perempuan yang kurang literasi akan disekolahkan baik formal, non-formal, maupun informal.
"Praktiknya, kalau ada tindakan afirmasi, maka kelompok ini lah yang menjadi prioritas," ujar Ganjar
"Kami punya kredit khusus untuk perempuan," lanjutnya.
Sementara itu, Mahfud MD mengungkapkan keterkaitan antara tindakan afirmasi dengan isu perempuan.
Selama ini, Mahfud MD menilai keterlibatan perempuan dalam bidang politik dinilai masih kurang.
Padahal pemerintah telah memiliki kebijakan yaitu, affirmative policy.
Mahfud menegaskan, di Indonesia, setidaknya satu dari tiga calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus perempuan.
"Nah itu affirmative policy-nya sudah ada, dan di dalam praktik kan sudah bisa jadi presiden, jadi bupati, bahkan kalau wisuda di kampus-kampus, itu yang paling banyak perempuan," terang Mahfud MD.
Karena itulah, pihaknya juga telah memilah-milah mana program yang masuk dalam affirmative policy, dan mana yang masuk ke affirmative action.
Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran untuk Anak Sekolah Diklaim Bisa Sejahterakan UMKM
"Bagus nanti program yang akan dipilah, mana yang affirmative policy, mana yang affirmative action, itu sudah kami pilah-pilah," ungkap Mahfud.
"Meski yang kita perlukan adalah manusia Indonesia tanpa memandang laki-laki atau perempuan. Tapi memang perlu afirmasi," ucapnya.