AYOJAKARTA.COM - Kirdi Putra, seorang ahli mikro ekspresi, berusaha mengamati ekspresi wajah dan gerakan tubuh Jessica Wongso.
Sebagai catatan, kasus kematian Mirna Salihin yang menyebabkan Jessica Wongso dianggap sebagai pelakunya kembali menjadi topik pembicaraan setelah tujuh tahun.
Sejumlah kejanggalan dalam penetapan Jessica Wongso sebagai tersangka mulai terungkap setelah dirilisnya film dokumenter berjudul "Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso."
Baca Juga: Pengacara Senior Ini 'Turun Gunung' Buka Keadilan Kasus Kopi Sianida: Jessica Wongso adalah Korban!
Kejanggalan ini mencakup ketidaklaksanaan autopsi pada jenazah Mirna Sailihin dan kontroversi seputar zat sianida yang disebut sebagai penyebab kematian.
Rey Utami dan Pablo Benua, yang aktif mendukung keadilan dalam kasus ini, mengundang berbagai saksi dan ahli ke kanal YouTube Reyben Entertainment.
Salah satunya adalah Kirdi Putra, ahli mikro ekspresi, yang memberikan pandangannya tentang perilaku yang seharusnya ditunjukkan Jessica Wongso di pengadilan.
Menurut Kirdi, Jessica seharusnya menyatakan, "Saya siap, yang Mulia." Dia melihat Jessica sebagai individu yang tegas namun lembut.
Menurut Kirdi, Jessica, yang lahir pada tahun 1988, dapat beradaptasi dengan baik dengan lawan bicaranya.
Menurutnya, Jessica adalah seorang wanita pintar yang bisa menyesuaikan diri dengan berbagai situasi.
Kirdi juga berbicara tentang Edi Darmawan, ayah Mirna Salihin, dan menirukan pernyataannya tentang hukuman yang seharusnya diterima Jessica.
Menurut Kirdi, Edi Darmawan mengungkapkan kemarahannya dan meminta agar Jessica tidak dihukum mati.
Menurut Kirdi, Edi terlihat marah dan tidak menunjukkan keraguan atau kasihan. Baginya, Edi masih dalam suasana hati yang marah.***