AYOJAKARTA.COM -- Capres dari nomer urut 1, Anies Baswedan mengungkapkan pujiannya kepada pasangannya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Anies mengungkapkan hal tersebut dalam acara GAGAS RI yang tayang di Kompas TV pada, Rabu (22/21/2023).
Anies mengatakan bahwa Cak Imin adalah sosok cawapres yang bekerja dari bawah sebelum menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Beliau bukan cawapres instan, beliau cawapres yang bekerja dari bawah terus sampai memimpin partai yang punya pengalaman yang luar biasa," kata Anies dalam acara GAGAS RI di Kompas TV, Rabu (22/11/2022).
Anies juga menceritakan beberapa pengalaman Cak Imin sebelum menjadi Ketum PKB.
Anies menceritakan saat Cak Imin masih menjadi pejuang kemerdekaan saat masih mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Anies dan Cak Imin juga pernah memimpin PMII saat masih menjadi mahasiswa.
"Gus Imin ini memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang dari mulai aktivis demokrasi. Kita sama-sama waktu itu sampai dengan memimpin PMII, lalu memimpin partai. Melakukan kegiatan lewat forum demokrasi dan lain-lainnya," kata Anies.
Di kesempatan yang sama, Cak Imin mengajak para mahasiswa untuk pergi dari gaya hidup yang instan.
Ia khawatir bahwa kegiatan dengan yang instan-instan akan membawa para mahasiswa menjadi orang yang ingin instan selamanya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Sowan ke Boediono, Sebut Dapat Tiga Pelajaran Penting
"Saatnya para mahasiswa tidak mengakhiri bulan hanya dengan memakan mi instan, karena kalau kebanyakan mi instan, khawatir kamu nanti hanya menjadi orang-orang yang instan selama-lamanya," singgung Cak Imin.
Cak Imin juga menyinggung soal keterlibatan pemerintah untuk mengatasi masalah ketahanan mental.
"Kita tidak ingin juga menghadirkan sebuah bangsa yang rentan, sehingga negara juga Hadir mengatasi seluruh problem-problem ketahanan mental, spiritual, dan ideologi warga bangsanya," kata Cak Imin.
Baca Juga: Anies Baswedan-Cak Imin Targetkan Raih 81 Juta Suara di Pilpres 2024
Ia menyarankan untuk pemerintah agar menyiapkan sarana dan prasarana untuk mengatasi gangguan mental.
"Salah satunya di dalam mengatasi gangguan mental, negara harus menyiapkan berbagai sarana dan prasarana," ujar Cak Imin.***