News

Diundang Acara Dialog Terbuka Muhammadiyah di UMJ, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Singgung Soal Biaya Haji

Oleh: Nadya Donna Putri Jumat 24 Nov 2023, 08:31 WIB
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Hadiri Acara Dialog Terbuka di UMJ

AYOJAKARTA.COMUMJ atau Universitas Muhammadiyah Jakarta menggelar acara Dialog Terbuka, Jumat (24/11/2023).

Acara Dialog Terbuka ini turut mengundang 3 pasangan calon presiden dan wakil presiden Pilpres 2024.

Setiap capres dan cawapres akan bergantian menyampaikan okus mereka bila terpilih nanti.

Salah satu paslon Pilpres 2024 yang hadir dalam acara tersebut adalah Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Baca Juga: Daya Tarik Prabowo Subianto Meningkat di Kalangan Milenial Berkat Popularitas Istilah Gemoy

Sebelum memulai pembahasannya di panggung, Ganjar Pranowo mengaku grogi hingga ia mengecek para pendukungnya dari berbagai partai pengusung.

Dikutip dari YouTube METRO TV oleh AyoJakarta.com pada Jumat (24/11/2023), Ganjar Pranowo terlihat datang bersama Mahfud MD mengenakan pakaian bermotif batik.

Setelah itu, capres nomor urut 3 pemilu 2024 tersebut naik ke podium untuk menyampaikan gagasannya.

Salah satu bahasan yang disinggung Ganjar Pranowo adalah soal biaya haji yang makin mahal.

Baca Juga: Presiden Jokowi Didesak Pecat Firli Bahuri, Abraham Samad dan Novel Baswedan Kompak Angkat Bicara

Ganjar Pranowo mengatakan bahwa saat ini Kemenag menyatakan biaya haji 94,3 juta rupiah.

Tentu ini harga yang mahal atau tinggi.

Ia juga mengatakan bagaimana dana segitu bisa meningkatkan kualitas dan kuota haji agar terjangkau.

Perlu diketahui, banyak orang yang menjual aset atau bahkan berutang ke bank demi bisa pergi ke tanah suci untuk menunaikan haji dan umrah.

Baca Juga: Jika Terpilih Jadi Presiden, Ganjar Pranowo Janji Tingkatkan Ekonomi hingga 7 Persen

Ganjar Pranowo memberi usulan atau gagasan kenapa tidak kontrak panjang saja dengan maskapai haji dan mendirikan wisma haji-umrah di Mekkah dan Madinah.

Selain itu, Ganjar Pranowo juga memberikan dua gagasan lain yaitu pengambilan sisa kuota negara-negara lain dan perbaikan manajemen kuota daerah.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Fathul Amanah