AYOJAKARTA.COM - Hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa dukungan terhadap calon presiden Prabowo Subianto semakin meningkat di kalangan generasi milenial.
Peningkatan ini menjadi kekuatan yang signifikan menjelang hari pemilihan pada Februari 2024.
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Faldo Maldini menyatakan rasa syukurnya karena generasi milenial dan Gen Z makin menyukai Prabowo Subianto yang dikenal tampil apa adanya, tegas namun tetap humoris.
Menurutnya, istilah gemoy atau gemas yang belakangan melekat pada Prabowo Subianto menjadi narasi yang sangat dekat dengan pemilih milenial dan generasi Z.
Baca Juga: Presiden Jokowi Didesak Pecat Firli Bahuri, Abraham Samad dan Novel Baswedan Kompak Angkat Bicara
Faldo Maldini menegaskan bahwa julukan gemoy ini berasal dari dukungan aktif generasi milenial dan Z terhadap Prabowo Subianto.
Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa naiknya elektabilitas Prabowo Subianto khususnya dalam kurun waktu Oktober hingga November 2023 terutama berasal dari pemilih milenial.
Pada Oktober 2023, dukungan dari kalangan milenial mencapai 36,9 persen, meningkat menjadi 41,6 persen pada November 2023.
Faktor Prabowo gemoy juga terbukti menjadi salah satu pendorong kenaikan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra ini seperti yang terungkap dalam survei tersebut.
Baca Juga: Jika Terpilih Jadi Presiden, Ganjar Pranowo Janji Tingkatkan Ekonomi hingga 7 Persen
Menurut survei, pemilih milenial menyukai julukan gemoy untuk Prabowo Subianto karena mencerminkan sikapnya yang santai dan rileks saat menghadapi kritik, sesuai dengan selera generasi milenial.
"Masyarakat jadi mengetahui hanya Pak Prabowo yang tampil di hadapan publik tanpa dibuat-buat. Ia tampil apa adanya. Sikapnya tetap tegas dan sat-set, namun ada sisi humanisnya yang jenaka," ucap Faldo Maldini dikutip ayojakarta.com dari suara.com, Jumat (24/11/2023).
Pasangan Prabowo-Gibran menduduki peringkat tertinggi dalam elektabilitas menurut survei LSI Denny JA, mencapai 40,3 persen.
Sementara itu, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD berada di angka 28,6 persen dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar 20,3 persen.
Survei LSI Denny JA dilakukan pada 6–13 November 2023 dengan melibatkan 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling dan wawancara tatap muka.
Margin of error dari survei ini sekitar 2,9 persen.
Pendaftaran tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2024 telah diterima oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pasangan Anies-Muhaimin, Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud telah ditetapkan sebagai peserta pemilu.
Pasangan Anies-Muhaimin diusung oleh beberapa partai, sementara pasangan Prabowo-Gibran mendapat dukungan dari sejumlah partai termasuk Partai Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PBB, Gelora, Garuda dan PSI.
Sementara itu, pasangan Ganjar-Mahfud didukung oleh PDIP, PPP, Perindo dan Hanura.
KPU menetapkan masa kampanye pemilu mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024 dengan pemungutan suara dijadwalkan pada 14 Februari 2024.***

Share this article
Berkat popularitas istilah gemoy, elektabilitas Prabowo Subianto meningkat di kalangan milenial belakangan ini.