News

Kembali Mendapat Perlakuan Tak Wajar, Kendala Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Belum Sepenuhnya Kelar

Oleh: Karseno AJ Selasa 21 Nov 2023, 11:45 WIB
Kembali Mendapat Perlakuan Tak Wajar, Kendala Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Belum Sepenuhnya Kelar (IG @official_nasdem)

AYOJAKARTA.COM – Sejak sosialisasi capres-cawapres diumumkan, sejumlah kendala terus berdatangan ke kubu pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Akibat banyaknya permasalahan yang menghampiri kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, sebagian kalangan beranggapan telah terjadi upaya penjegalan.

Terkait dengan penjegalan, kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada Jumat 17 November 2023 kembali mengalami permasalahan.

Baca Juga: Dorong Keterlibatan Anak Muda, Anies Baswedan: Jangan Jadi Penonton dan Golput

Hal tersebut bermula dari digelarnya acara diskusi yang diselenggarakan di auditorium Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Dalam acara bertema Sharing City Stands as a Symbol of Sustainability tersebut, sedianya panitia mengundang Anies Baswedan sebagai narasumber.

Namun berselang satu hari sebelum acara tersebut dilangsungkan, panitia justru mendapat larangan untuk menghadirkan Anies Baswedan.

Baca Juga: Ganjar Kritik Penegakan Hukum Era Jokowi Jeblok, TKN Prabowo: yang Bertanggung Jawabkan Mahfud MD

Melalui pesan singkat WhatsApp, pihak Universitas Gadjah Mada berpendapat kehadiran Anies dikuatirkan memiliki tendensi politis, sehingga tidak mendapat izin.

Dalam pesan yang diduga berasal dari Rektorat UGM tersebut, juga ditegaskan larangan bagi panitia untuk menjadikan Anies sebagai pemateri.

Sehubungan dengan adanya pelarangan tersebut, Muhammad Kholid selaku Ketua Panitia Diskusi sempat memberikan pernyataan.

Baca Juga: Efek Gemoy, Elektabilitas Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka Meroket Tembus Angka 40 Persen

Kepada awak media, Kholid mengaku mendapat rekomendasi nama untuk menggantikan Anies Baswedan sebagai narasumber.

“Rekomendasi dari pengelola tempat, karena kita sifatnya menyewa tempat disini, bahwa tidak menyarankan kehadiran tokoh Bapak Anies Baswedan,” ungkap Kholid.

Selain itu Kholid juga menjelaskan alasan penolakan terhadap Anies karena saat ini, namanya sangat melekat dengan unsur politik.

Baca Juga: Hasil Survei LSI Denny JA Terkini: Jawa Tengah Banjir Dukungan ke Prabowo, Anies Naik Perlahan, Ganjar Turun Menukik Tajam

“Kita sudah berargumen, secara konsep acara dan tema yang kita usung adalah pure akademik, tidak mengendorse kampanye, ” imbuh Kholid.

Lebih lanjut, Kholid menambahkan bahwa segala sesuatu yang sifatnya mengajak atau bersifat elektoral sudah diantisipasi secara maksimal.

Namun demikian, meski pernyataan tersebut sudah disampaikan ke pengelola tempat, larangan terhadap kedatangan Anies tetap diberlakukan.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Yakin Politik Riang Gembira Bisa Terwujud Jika para Elite Memberikan Contoh yang Baik

“Apabila tetap memaksakan, mendatangkan, itu akan ada aparat keamanan yang menertibkan acara, atau dalam bahasa sederhana dibubarkan,” ungkap Kholid.

Thomas Lembong, mantan Menteri Perdagangan yang kini menjadi timnas pemenangan Anies kemudian hadir sebagai narasumber pengganti.

Sebelumnya, saat akan menggelar diskusi di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Jawa Barat pada awal Oktober lalu; Anies juga sempat mengalami kendala serupa.

Baca Juga: Iklan Prabowo Libatkan Anak-Anak di TV Dianggap Langgar Aturan Pemilu, Kini Dilaporkan ke Bawaslu

Pintu masuk gedung yang sedianya akan dijadikan lokasi kegiatan bersama para aktivis Pro Demokrasi kota Bandung, mendadak digembok.

Bukan hanya kepada Anies, cawapres Muhaimin Iskandar juga sempat mengalami penolakan saat hendak membuka acara MTQ di Kabupaten Tanah Laut, Kalsel. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Hengky Sulaksono