AYOJAKARTA.COM – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid merespons pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut bahwa kecurangan dalam Pemilu 2024 sudah mulai terjadi.
Terkait hal itu, Nusron Wahid merasa bahwa pernyataan Megawati Soekarnoputri tidak masuk akal.
Mengingat bahwa masa kampanye dalam Pemilu 2024 belum dimulai sehingga dirinya menyangkal ada kecurangan.
“Pertandingan belum dimulai dan belum selesai, kita tidak bisa mengatakan di mana ada penyelewengan,” ujar Nusron Wahid saat konferensi pers di Jakarta, dikutip AyoJakarta.com dari laman Republika, Senin (13/11/2023).
“Kampanye saja belum dimulai. Kok sudah yang mengatakan ada penyelewengan?” lanjutnya.
Baca Juga: Agenda Penting Pilpres 2024 Dilakukan Besok 14 November 2023
Sekretaris TKN Prabowo-Gibran ini menjelaskan bahwa berdasarkan ketetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), masa kampanye Pemilu 2024 baru akan dimulai pada 28 November 2023.
Maka dari itu, menurutnya kecurangan yang berkaitan dengan pemilu baru bisa terjadi mulai masa kampanye tersebut.
Politikus Golkar itu merasa heran mengapa bisa Ketua Umum PDIP menyebut ada kecurangan saat kampanye belum dimulai.
Menanggapi berseliwerannya berita negatif, khususnya pernyataan Megawati Soekarnoputri soal kecurangan Pemilu 2024, Nusron Wahid meminta agar dugaan penyelewengan dan kecurangan yang dialamatkan kepada Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk dibuktikan, ketimbang hanya melempar tudingan belaka.
“Kalau dikatakan sudah ada bentuk penyelewengan, ya silakan dibuktikan. Jangan membuat kabar burung,” ungkapnya.
“Jangan membuat insinuasi dan kabar burung. Sekali lagi, fakta yang kita angkat bukan cerita, ya kan. Pemilu itu kita bicara fakta, bukan bicara fiksi,” imbuhnya.
Ia secara tegas menyatakan bahwa TKN Prabowo-Gibran tidak menggunakan aparat negara untuk memenangkan bakal pasangan capres cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Pemilu tidak boleh tercederai oleh praktik-praktik seperti adanya penyelewengan dari oknum-oknum aparat apapun. Kita semua bertekad untuk itu,” kata Nusron Wahid.
Baca Juga: Megawati Soekarnoputri: Rekayasa Hukum di MK Mengingatkan Kita pada Masa Orde Baru
Menurut Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, saat ini TKN KIM tengah fokus dan bertekad untuk bisa memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
Yakni dengan cara yang elegan, bermartabat, jujur, adil, dan transparan, demokratis serta akuntabel.
“Kami ingin mengawal proses pemilu ini secara demokratis, secara akuntabel,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada Minggu (12/11/2023) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pandangannya terkait dengan putusan MK soal batas usia capres dan cawapres.
Baca Juga: Bahas Soal MK, Megawati Soekarnoputri Ungkit Saat Dirinya Jadi Presiden
Putusan tersebut dinilai membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka untuk bisa menjadi pendamping Prabowo Subianto.
Dalam pidato yang diunggah di YouTube PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyebut ada kecurangan dalam Pemilu 2024 yang sudah mulai terjadi.
“Pemilu yang demokratis, yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia harus dijalankan tanpa ada kecuali,” ujar Megawati Soekarnoputri.
“Rakyat jangan diintimidasi seperti dulu lagi. Jangan biarkan kecurangan pemilu yang akhir ini terlihat sudah akan terjadi lagi,” lanjutnya.***