AYOJAKARTA.COM -- Sejumlah lembaga survei telah merilis elektabilitas Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan bertarung di kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Terbaru, Populi Center merilis bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul telak terhadap pasangan Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin.
Menurut survei Populi Center pasangan Prabowo-Gibran berada di urutan pertama dengan 43,1 persen, sedangkan pasangan Gajar-Mahfud memiliki elektabilitas sebesar 23 persen dan Anies-Muhaimin sebesar 22,3 persen.
Sebelumnya, Charta Politika merilis pasangan Ganjar-Mahfud unggul dengan mengantongi 36,8 persen, disusul prabowo-Gibran 34,7 dan Anies-Muhaimin 24, 3 persen.
Direktur Eksekutif Populi Center, Afrimadona mengatakan secara umum hasil survei Populi Center menunjukan pola kenaikan dan pola penurunan.
Seperti pasangan Capres Prabowo-Gibran yang memiliki kenaikan signifikan yakni mencapai 43,1 persen.
Kenaikan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran itu hasil survei interval dari 29 Oktober hingga 5 November 2023.
"Kenaikan terutama sekali di kubu Prabowo-Gibran, misalnya dukungan pemilih Jokowi di tahun 2019 secara signifikan beralih ke kubu Prabowo-Gibran dan itu sudah menyalip dukungan selama ini diberikan ke Ganjar-Mahfud," ungkap Afrimadona dikutip ayojakarta.com dari youtube tvOneNews pada Jumat 10 November 2023.
"Sebelumnya Ganjar-Mahfud masih dapat lebih dari 40 persen, sekarang hanya tinggal 32 persen, sementara suara pak Jokowi tahun 2019 yang beralih ke Prabowo-Gibran sudah hampir 40 persen, jadi sudah kesalip," tambahnya.
Selain itu, lanjut Afrimadona naiknya elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran juga karena naiknya elektabilitas terbuka Gibran secara signifikan.
"Suara milenial sangat besar ke Prabowo-Gibran, dari data yang kita miliki sudah lebih dari 50 persen, itu peningkatan yang signifikan dari yang sebelumnya di angka 36 persen," katanya.
Kemudian, lanjut Afrimadona pasangan Prabowo-Gibran juga mendapat dukungan dari Muhammadiyah dan NU. Terutama pemilih Muhammadiyah yang sudah meningkat cukup besar.
"Dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga meningkat pesat, bahkan di Jawa Tengah pasangan Ganjar-mahfud tergerus," jelasnya.
Ia mengaku, hasil survei ini tidak terlalu mengherankan baginya, sebab perdebatan dinasti politik itu adalah perdebatan kelas menengah dan elit.
"Dimasyarakat mungkin mereka tidak membahas itu, bahkan temuan di lembaga survei lain tidak akan jauh berbeda menangkap itu, karena masyarakat kelas bawah tidak terlalu peduli dengan perdebatan di kelas menengah dan kelas atas," terangnya.