AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini perseteruan antara Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dengan PDIP semakin terlihat jelas.
Terlebih setelah putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut menerima pinangan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.
Padahal sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Gibran Rakabuming merupakan kader dari PDIP.
Menanggapi hal ini Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komaruddin Watubun mengatakan bahwa PDIP enggan untuk memecat atau memberhentikan putra Presiden Jokowi sebagai kader.
Menurutnya Wali Kota Solo itu dianggap pandai memutar balikkan fakta atau playing victim sehingga seolah-olah menjadi korban.
“Ini manusia (Gibran) pandai menggunakan isu, informasi, playing victim. Jadi lagi cari celah supaya pokoknya hal yang benar bisa diputar menjadi masalah yang salah,” kata Komarudin dalam Tayangan Gaspol.
“Dan kita tidak mau terjebak dalam cara-cara begitu, karena itu merusak pemikiran generasi yang akan datang,” lanjutnya.
Terkait pernyataan Komarudin yang menyebut bahwa Gibran merupakan sosok yang suka playing victim.
Putra sulung Presiden Joko Widodo ini akhirnya buka suara saat ditanya oleh wartawan mengenai dirinya yang diisukan playing victim.
“Kalau ada pernyataan-pernyataan playing victim seperti itu gimana Mas?” tanya salah satu awak media dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube berita Surakarta, Jumat (10/11/2023).
“Kemarin Pak Kamarudin menyampaikan itu kalau Mas Gibran pandai playing victim?” timpal wartawan lainnya.
Baca Juga: Akun Instagram Gibran Rakabuming Diserang usai Anwar Usman Diberhentikan, Warganet: Cawapres Ilegal
Gibran Rakabuming mengungkapkan bahwa dirinya yang selalu saja diserang dan disudutkan oleh PDIP. Menurutnya dirinya selama ini hanya diam dan tidak memberikan komentar apapun.
“Yang diserang kan saya terus, saya kan diem terus. Gimana?” jawab Gibran.
Selain itu Gibran juga disebut sebagai cawapres ilegal karena putusan Mahkamah Konstitusi yang dinilai meloloskan dirinya untuk menjadi cawapres dari Prabowo Subianto.
Terlebih MKMK memutuskan bahwa paman Gibran Anwar Usman terbukti melanggar etik dan dicopot dari jabatannya sebagai Ketua MK.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto juga mempertanyakan keabsahan cawapres Gibran setelah Anwar Usman langgar etik.
Wali Kota Solo ini mengaku menghormati keputusan yang ada, dan untuk pencalonan sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto dirinya akan tetap maju dalam kontestasi Pilpres 2024.
“Ya sekali lagi kami menghormati keputusan yang sudah ada,” ungkap Gibran.
Baca Juga: Anwar Usman Marah pada Majelis Kehormatan MK, Gibran Rakabuming Tetap Sah Jadi Cawapres
Terkait dengan hasil keputusan MK yang dipermasalahkan oleh sebagian masyarakat Indonesia, putra sulung Presiden Jokowi ini meminta agar warga yang menilai sendiri.
“Itu silahkan warga yang menilai,” kata Gibran.

Share this article
Belakangan ini perseteruan antara Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dengan PDIP semakin terlihat jelas.