News

Ganjar Pranowo Bicara Soal Arah dan Strategi Kebijakan Luar Negeri Indonesia, Sebut Ada 5 Gagasan Utama

Oleh: Arifina Cahyanti Firdausi Rabu 08 Nov 2023, 05:45 WIB
Ganjar Pranowo Bicara Soal Arah dan Strategi Kebijakan Luar Negeri Indonesia, Sebut Ada 5 Gagasan Utama(instagram.com/@ganjar_pranowo)

AYOJAKARTA.COM - Capres Ganjar Pranowo baru-baru berbicara mengenai arah dan strategi kebijakan luar negeri Indonesia.

Menurut Ganjar, kebijakan luar negeri yang bebas aktif perlu ada definisi yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan internasional.

Dilansir ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Rabu (8/11/2023), Ganjar menjelaskan maksud dari kebijakan luar negeri yang bebas aktif tersebut tidak terhalang ataupun terganggu, tetapi bebas dalam merumuskan kebijakan yang strategis.

Baca Juga: Bobby Nasution Dilema Dukung Prabowo atau Ganjar, PDIP Tegas: Pilih Salah Satu dan Kembalikan KTA

Sedangkan, aktif yang disebutkan Ganjar mengartikan bukan hanya sebatas dinamis.

Namun, ada beraksi dan bereaksi, tetapi juga perlu mengambil inisiatif dalam problem bilateral dan multilateral.

Karena itu, Ganjar menilai ada lima gagasan yang bisa sejalan dengan kebijakan dalam negeri.

Baca Juga: Hadiri Acara Maulid Nabi Muhammad, Anies Baswedan Mohon Doa Restu dari Para Ulama di Jakarta

Pertama, berkaitan dengan lumbung pangan dunia yang dinilai Ganjar Indonesia memiliki potensinya.

Seperti, produksi beras di Tanah Air dengan rata-rata masih ada di angka 5,9 ton per hektar.

Namun ketika Ganjar berdiskusi dengan para pakar dan petani, seharusnya Indonesia bisa mencapai 12 ton per hektar.

Baca Juga: Elektabilitas Prabowo Merosot Usai Putusan MK, Batasan Usia Cawapres Gibran Dibatalkan?

Untuk mencapai itu, Ganjar menyebut perlu ada pengelolaan yang tepat.

"Saya kira kalau bisa meningkatkan 7 ton saja, maka produksi itu sudah sangat luar biasa. Itu artinya butuh modernisasi, Mekanisasi dan intervensi pemerintah. Termasuk dalam pengelolaannya," ujarnya.

Ganjar juga menjelaskan, ada salah satu kebijakan yang bisa mendorong Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, yakni menjadikan Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam tatanan fungsi awal.

Baca Juga: Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD Optimis Akan Menang Tanpa Dukungan Jokowi, Pengamat: Gibran Membingungkan

"Sehingga kebutuhan pokok itu negara harus menguasai, tidak bisa diliberalkan seperti ini dan itu biasanya yang buat petani kalah," kata Ganjar.

Gagasan kedua, menyoal tentang kemandirian energi.

Hal itu berkaitan tentang transisi energi yang memerlukan modal besar.

Baca Juga: Generasi Muda Enggan Jadi Petani, Cak Imin Akan Siapkan Insentif Berupa Beasiswa

Dengan kebijakan bebas aktif, Ganjar menilai Indonesia bisa mengajak negara-negara sahabat untuk terlibat dalam investasi transisi energi.

"Kami hitung-hitungan investasi energi baru terbarukan bisa sampai Rp1,300 triliun. Mungkin yang melihat angka ini ketakutan karena ini tidak akan bisa dieksekusi. Tapi mereka yang punya peluang bisnis maka ini akan ditangkap dan akan menyerap tenaga kerja," jelas Ganjar.

Gagasan ketiga, mengenai kedaulatan maritim yang dalam hal ini kontribusi dari laut di Indonesia dinilai belum optimal.

Baca Juga: 50 Persen Responden Anggap Gibran Rakabuming Tak Pantas Jadi Cawapres, Ini Alasan Hasil Survei

Sebab, menurut Ganjar, inventarisasi pulau-pulau kecil di Indonesia penting dilakukan agar sengketa pulau Sipadan dan Ligitan tidak terjadi lagi.

Ganjar juga menyebut perlu adanya pengamanan di kawasan perairan Indonesia yang harus dioptimalkan kembali kerjasama dan perjanjian internasional untuk penguatan posisi Indonesia.

"Bangun kompleks industri pertahanan di dalam negeri, ini cikal bakalnya sudah ada hanya butuh keseriusan untuk ditangani dengan target-target terukur dengan perkembangan global," ucap Ganjar.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Siap Perbanyak Kreatif Hub Agar Milenial dan Gen Z Lebih Berani Mengekspresikan Diri

Keempat, gagasan yang disebutkan Ganjar adalah mengenai industrialisasi untuk mendorong Indonesia menjadi "save haven" industrialisasi di dunia.

"Apalagi dengan negara-negara yang punya relasi dekat dengan industri tertentu atau sumber daya tertentu. Contohnya kita punya cadangan parsi kuarsa yang cukup besar, kalau kita ingin buat industri panel surya kita bisa mengajak beberapa negara sahabat untuk bermitra dengan kita," ungkap Ganjar.

Selanjutnya, gagasan kelima berkaitan dengan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca Juga: Anies Baswedan Resmikan Kampung AMIN, Siap Menang di Pilpres 2024?

Dalam hal ini Ganjar mendorong agar penempatan diplomat sesuai dengan isu kerja sama utama di negara yang dituju, sehingga bisa menekan kasus pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Termasuk, Ganjar juga mendorong adanya keterlibatan diaspora dalam riset-inovasi untuk memperkuat industri nasional dan mendorong Indonesia bebas visa di 120 negara.

"Target indonesia bebas visa ini menjadi catatan penting agar di antara beberapa negara ini bisa jauh lebih mudah. Kalau ini dilakukan rasa-rasanya hubungan kita dengan banyak negara jauh lebih baik," terang Ganjar.

Foto: instagram.com/@ganjar_pranowo
Sumber: YouTube/KOMPASTV

Reporter Arifina Cahyanti Firdausi
Editor Hengky Sulaksono