News

Status Gibran di PDIP Masih Tak Jelas, Pengamat Politik Sebut Strategi Politik, Apa?

Oleh: Karseno AJ Minggu 05 Nov 2023, 11:40 WIB
Status Gibran di PDIP Masih Tak Jelas, Pengamat Politik Sebut Strategi Politik, Apa?

AYOJAKARTA.COM - Buntut masuknya Gibran Rakabuming ke barisan Prabowo Subianto, membuat panasnya politik masih mewarnai Koalisi Indonesia Maju.

Bergabungnya Gibran Rakabuming menjadi cawapres Prabowo Subianto dari Partai Golkar, membuat kesetiaannya kepada PDIP juga terus dipertanyakan.

Menyikapi masuknya Gibran Rakabuming ke kubu Prabowo Subianto, membuat sejumlah pengurus PDIP melayangkan surat.

Baca Juga: Kenali 3 Tanda Kamu Alami Stres Berlebihan atau Burn Out, Apa Saja?

Selain meminta dikembalikannya Kartu Tanda Anggota, Gibran Rakabuming juga diminta untuk secepatnya mundur secara resmi dari keanggotaan PDIP.

Hal tersebut dilakukan PDIP karena hingga pencalonannya sebagai cawapres Prabowo, Gibran mengaku bukan merupakan kader Partai Golkar.

Sehubungan dengan adanya anggapan status keanggotaan di Partai Golkar, Gibran sempat menyanggah.

“Dulu Merah sekarang Kuning, memangnya saya Kuning? Nggak,” ungkap Gibran ketika dimintai keterangan.

Langkah-langkah jelas ataupun tindakan tegas seperti pemecatan terhadap Gibran juga belum dilakukan oleh PDIP.

Terkait dengan alasan tidak dipecatnya Gibran, Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun memberikan penjelasan.

Baca Juga: PENTING! Tes SKD CPNS KPK 2023: Cara Cetak Kartu Ujian, Passing Grade, dan Jadwal Simak di Sini

Menurutnya, jika Gibran diberikan ketegasan hal tersebut dikuatirkan akan menjadi modal untuk bermain peran sebagai korban.

Karena itu, Komarudin berharap keputusan yang jelas terkait dengan status keanggotaan di PDIP datang dari Gibran dan bukan karena paksaan.

“Harus ada kepastian, pemimpin itu tidak boleh membuat rakyat menjadi bingung,” ujar Komaruddin pada penghujung Oktober.

Selain Komarudin, bergabungnya Gibran ke koalisi pendukung Prabowo juga mendapat tanggapan dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Menurut Hasto, masuknya Gibran ke kubu pendukung Prabowo merupakan keputusan politik yang harus diberikan apresiasi.

Karena itu, sebagai konsekuensi dari keputusan tersebut Hasto secara simbolik tidak mempersoalkan bergabungnya Gibran ke Partai Golkar.

Baca Juga: Otto Hasibuan Launching Aplikasi Pendukung Jessica Wongso: Ribuan Orang Sudah Tanda Tangan

“Kalau warnanya berubah, semula Merah kemudian secara nyata berubah menjadi Kuning, maka partai menghormati itu,” jelas Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menambahkan pernyataan yang sebelumnya telah disampaikan Komarudin merupakan salah satu realitas yang tidak keliru.

Tidak adanya sikap tegas yang dilakukan PDIP terhadap Gibran dinilai Pengamat Politik Universitas Airlangga sebagai bagian dari strategi politik.

Menurut Airlangga Pribadi, pemecatan ataupun pengunduran diri keduanya akan dapat berdampak pada elektabilitas.

Sehingga kedua belah pihak, baik Gibran ataupun PDIP sama-sama bersikap menunggu dan saling melihat dinamika politik yang berkembang.

Airlangga menilai tindakan tegas akibat masuknya Gibran ke kubu Prabowo sudah diambil oleh PDIP meskipun tidak secara formal.

“Kalau kebijakan itu dilakukan sekarang, itu akan mempengaruhi kekuatan-kekuatan politik yang saling berkontestasi,” jelas Airlangga seperti dikutip Ayojakarta pada Minggu, 5 November 2023 dari Kompas TV.   ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky