News

Tiga Pasang Capres-Cawapres Dinyatakan Mampu Bertugas, Politisi PPP: Tidak Terima Karbitanisasi Politisi Muda!

Oleh: Karseno AJ Jumat 27 Okt 2023, 21:30 WIB
Tiga Pasang Capres-Cawapres Dinyatakan Mampu Bertugas, Politisi PPP: Tidak Terima Karbitanisasi Politisi Muda (IG @net2netnews)

AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menjadi pasangan capres-cawapres yang pertama menjalani rangkaian tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto.

Setelah pasangan Amin, pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo serta Mahfud MD menjadi kandidat berikutnya yang mendatangi RSPAD Gatot Subroto.

Sementara Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming menjadi pasangan capres-cawapres terakhir yang mendatangi RSPAD Gatot Subroto untuk ikut melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Sandiaga Uno Tak Terpilih Jadi Cawapres Ganjar Pranowo, PPP: Tidak Kecewa

Berdasarkan hasil sidang pleno yang dilakukan tim dokter dengan KPU ketiga kandidat capres-cawapres dinyatakan mampu menjalankan tugas.

Selain dinyatakan mampu untuk menjalankan tugas, ketiga pasang capres-cawapres juga dinyatakan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Usai terbentuknya tiga pasangan capres-cawapres, sejumlah lembaga survei merilis perolehan elektabilitas dari ketiga kandidat.

Baca Juga: Sekjen PDIP Ungkap Nasib Gibran di PDI Perjuangan: Sudah Gamblang, Cetho Welo-Welo!

Hasilnya, pasangan Prabowo-Gibran menempati urutan pertama elektabilitas disusul kemudian Gama serta pasangan Amin di posisi ketiga.

Terkait dengan masih stabilnya persentase perolehan elektabilitas berdasarkan hasil survei, pengamat politik Adi Prayitno memberi tanggapan.

Menurutnya, hasil survei yang lebih mewakili antusiasme di kalangan pemilih masih belum sepenuhnya dapat diketahui secara pasti.

Baca Juga: Pemeriksaan Firli Bahuri Ditunda Hingga 8 November, Alasannya Tidak Jelas

Adanya pergerakan dinamika politik yang terus berkembang, khususnya yang menyangkut pasangan Prabowo-Gibran menurut Adi merupakan suatu fenomena politik tersendiri.

“Saya melihat belum ada efek Mahfud MD terhadap Pak Ganjar, juga Gibran kepada Pak Prabowo,” jelasnya.

Sehubungan dengan efek para cawapres, Adi menambahkan efek Cak Imin terhadap elektabilitas Anies Baswedan terjadi peningkatan khususnya di Jawa Timur.

Baca Juga: PKB: Pilpres 2024 Hampir Pasti Dilakukan dalam Dua Putaran, Sudah Ada yang Atur?

Selain karena merupakan kandidat yang paling awal mendeklarasikan diri sebagai pasangan capres-cawapres, peningkatan terjadi juga karena peran PKB di Koalisi Perubahan.

Sementara dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi, efek Gibran bagi Prabowo masih belum secara jelas terlihat pada hasil survei.

Anggapan Prabowo yang menilai Gibran merupakan replika Presiden Jokowi sehingga mendongkrak elektabilitas, menurut Adi masih belum secara jelas dapat dibuktikan.

Baca Juga: Profil Lengkap Habib Luthfi bin Yahya Anggota Wantimpres yang Dukung dan Doakan Prabowo-Gibran

“Saya selalu mengatakan, elektabilitas itu tidak bisa diwariskan karena butuh kerja yang nyata, meski Gibran merupakan anak Presiden Jokowi,” imbuh Adi.

Sehubungan dengan adanya anggapan yang menyebut Gibran merupakan refleksi dari adanya upaya politik dinasti, juga ditanggapi oleh Politikus PPP Romahurmuziy.

Menurutnya, sepanjang dilakukan dengan cara-cara etis dan memenuhi standar kelayakan, politik dinasti merupakan hal yang bisa diterima secara wajar.

Baca Juga: Ketua MK Anwar Usman Dilaporkan 16 Guru Besar Hukum Tata Negara, Kasus Apa?

Memuncaknya kekecewaan masyarakat pasca keputusan Mahkamah Konstitusi, juga mempengaruhi elektabilitas kandidat lain seperti Anies maupun Ganjar.

“Kami menerima politisi muda, tetapi kami tidak menerima karbitanisasi politisi muda,” terang Romahurmuziy seperti dikutip Ayojakarta pada Jumat, 27 Oktober 2023 dari Metro TV. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Hengky Sulaksono