AYOJAKARTA.COM - Seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa sangat merindukan calon wakil presiden jagoannya, Mahfud MD, bisa berdebat dengan Gibran Rakabuming.
Hal itu ia ungkapkan Butet Kartaredjasa dalam pertemuan seniman pendukung Ganjar Pranowo - Mahfud MD pada Senin, 23 Oktober 2023, di Jakarta.
"Saya justru mengharapkan Mas Gibran itu maju jadi wapres. Penting sekali, karena saya sangat merindukan. Nanti kalau ada perdebatan wapresnya, debat 35 tahun (Gibran) lawan Profesor Mahfud MD," jelas Butet.
"Ini perdebatan paling keren wis, sepanjang sejarah Indonesia," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Ganjar-Mahfud MD sudah resmi maju dalam pilpres 2024 setelah mendaftarkan diri ke KPU pada 19 Oktober.
Sementara Gibran yang digandeng capres Prabowo Subianto, belum mendaftarkan diri ke KPU.
Rencananya pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Maju ini akan mendaftar hari ini yang merupakan hari terakhir pendaftaran.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut MK yang Terlibat Konflik Kepentingan Tidak Boleh Ikut Memutuskan
Sesuai dengan jadwal tahapan pemilu 2024 yang dikeluarkan KPU, debat capres-cawapres kemungkinan bisa dilakukan dalam masa kampanye antara tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.
Debat capres ini merupakan cara yang efektif untuk menghadirkan Anies, Ganjar, dan Prabowo dalam situasi yang paling transparan. Mereka dapat berbicara langsung kepada rakyat, menjelaskan rencana, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan.
Debat ini juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk mengukur kematangan dan kapabilitas calon-calon presiden dalam menghadapi tekanan dan tantangan.
Baca Juga: Jadi Cawapres, Mahfud MD Izin Ke Jokowi Cuti Seminggu Sekali Selama Kampanye Pilpres 2024
Butet Vokal soal Gibran
Beberapa hari sebelum pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai gugatan batas usia capres dan cawapres, Butet menyampaikan keprihatinannya dalam sebuah surat khusus kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Surat tersebut tersebar luas di media sosial, menggambarkan kekhawatiran Butet terhadap perkembangan politik dan demokrasi di Tanah Air.
Butet menyatakan bahwa dia tidak bersedih terkait calon presiden yang akan terpilih.
Baca Juga: Survei Alvara Research Center: Pasangan Ganjar-Mahfud MD Pilihan Utama Warga NU
Namun, dia merasa cemas bahwa apabila keputusan MK pada tanggal 16 Oktober 2023 itu mengakibatkan Gibran Rakabuming, putra Jokowi, berpasangan dengan Prabowo Subianto.
"Rakyat Indonesia bukan orang bodoh yang tak bisa membaca peristiwa. Rakyat punya kecerdasan 'membaca' yang tersembunyi di balik semua itu," kata Butet dalam suratnya.
Butet mengingatkan Jokowi bahwa sejak tahun 1998, dia bersama para seniman dan budayawan telah berjuang untuk mendorong munculnya seorang pemimpin yang menjadi panutan dan teladan bagi bangsa.
Dia berharap Presiden Jokowi akan terus bekerja sebagaimana mestinya selama masa jabatannya yang tersisa, sehingga warisan positifnya sebagai seorang pemimpin yang baik tidak akan pudar.***