AYOJAKARTA.COM – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, sarankan Gibran Rakabuming Raka untuk tidak maju sebagai cawapres di Pilpres 2024.
Sebagai pakar hukum tata negara, Yusril menilai bahwa keputusan yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusional (MK) akan menimbulkan kontroversi yang berkepanjangan untuk kedepannya.
Yusril Mengungkapkan jika dirinya menjadi Gibran, ia tidak akan mengambil keputusan yang sudah diputuskan oleh MK. Karena menurutnya hal tersebut dapat menimbulkan sebuah problematik dan kontroversial.
Baca Juga: Kandidat Terkuat Cawapres Ganjar Pranowo, Hadapi Pasangan AMIN dan Prabowo Subianto-Gibran?
“Saya kira putusan MK yang terakhir, yang ke empat (4) nomor 90 itu memang mengubah peta politik secara drastis,” kata Yusril, dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV, Rabu (18/10/2023).
Menurut Yusril keputusan tersebut memberikan peluang yang besar bagi Gibran, untuk maju dalam Pilpres 2024.
“Membuka kesempatan bagi pak Gibran untuk maju. Apakah pak Gibran akan memanfaatkan keputusan MK itu benar-benar maju atau tidak maju ya kita serahkan pada beliau,” ujarnya.
Baca Juga: Santer Disebut Pindah ke Golkar, Begini Kata Gibran Rakabuming Raka
Yusril pun menyarankan kepada Gibran untuk tidak mengambil keputusan yang telah ditetapkan oleh MK. Daripada akan menimbulkan permasalahan legitimasi di masa yang akan datang.
“Daripada menimbulkan reaksi di masyarakat dan menimbulkan legitimasi di belakang hari, ya saya terima kasih tapi saya enggak akan maju daripada timbul masalah,” ucapnya.
Karena menurut Yusril keputusan yang ditetapkan oleh MK mengandung cacat hukum yang serius, dan mengandung penyelundupan hukum.
Baca Juga: Profil Almas Tsaqibirru Pemenang Gugatan MK, Ternyata Mahasiswa UNSA dan Fans Gibran Rakabuming!
Yusril menuturkan sebagai seorang akademisi di bidang hukum tata negara, ia akan berusaha untuk memberikan masukan dalam koalisi mengenai keputusan yang ditetapkan oleh MK tersebut.
Kendati demikian, Yusril mengaku sebagai ketua politik yang ikut dalam koalisi. Ia akan mengikuti segala keputusan yang diambil dalam koalisi.
“Andaipun dikatakan meski kontroversial kita jalan terus mengajukan pak Gibran, ya saya sebagai anggota koalisi mengatakan saya menghormati putusan koalisi,” kata Yusril.
Baca Juga: Sekjen PDIP Akan Bertemu Gibran Pasca Keputusan MK, Hasto: Enggak Manggil Kita Ngobrol-ngobrol
“Karena dalam demokrasi itu kan orang yang kalah harus ikut yang menang.” tambahnya.