News

Perbandingan Utang Anies, Prabowo, Ganjar, dan Cak Imin Berdasarkan LHKPN: Siapa yang Terbesar

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Senin 16 Okt 2023, 08:42 WIB
Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

AYOJAKARTA.COM - Pemilihan Presiden 2024 semakin dekat, dan tiga nama yang menjadi kandidat kuat adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.

Ketiganya memiliki kekayaan yang berbeda-beda, dan salah satu aspek yang menarik perhatian adalah jumlah utangnya.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), berikut adalah perbandingan utang ketiga calon presiden:

Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Prabowo Subianto yang Pernah Jadi Capres 2 Kali Gagal, Capai 5 Triliun?

- Prabowo Subianto: Total kekayaan 2,03 triliun rupiah, dengan utang 8 miliar rupiah.

- Anies Baswedan: Total kekayaan 18 miliar rupiah, dengan utang 7,6 miliar rupiah.

- Ganjar Pranowo: Total kekayaan 11,77 miliar rupiah, dengan utang 0 miliar rupiah.

Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Anies Baswedan dan Cak Imin, Jika Digabung Bisa Capai 150 Miliar?

Dari perbandingan tersebut, Prabowo Subianto memiliki total kekayaan paling tinggi, diikuti oleh Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo. Namun, Anies Baswedan memiliki utang paling tinggi, yaitu hampir setengah dari total kekayaannya. Ganjar Pranowo tidak memiliki utang sama sekali.

Selain ketiga sosok calon presiden di atas, calon wakil presiden Anies Baswedan yaitu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pun tak luput dari perhatian publik.

Berdasarkan LHKPN terakhirnya kepada KPK, pada 12 April 2023, Cak Imin melaporkan harta sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan total kekayaan mencapai Rp27,28 miliar pada 2022.

Baca Juga: Ditunjuk Sebagai Calon Presiden dari PDI Perjuangan, Inilah Prestasi dan Kekayaan Ganjar Pranowo

Sebagian besar kekayaannya berupa tanah dan bangunan yang seluruhnya berada di Jakarta Selatan. Nilainya mencapai Rp24,7 miliar.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini tercatat tidak memiliki surat berharga, harta lainnya, dan utang.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Hengky Sulaksono