News

Menteri Agama Ungkit Politisasi Agama, Ucapannya Dianggap Memperkeruh Suasana

Oleh: Sahdan Maulana Senin 02 Okt 2023, 13:01 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas

AYOJAKARTA.COM - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat ini kembali menjadi sorotan publik. 

Sebab, Yaqut Cholis Qoumas mengungkit soal politisasi agama pada sambutan saat acara doa bersama Wahana Nagara Rahaja.

Acara yang dihadiri Yaqut Cholis Qoumas tersebut dilaksanakan di Solo pada, 29 September 2023 lalu yang dihadiri oleh umat Buddha.

Baca Juga: Soal Pembicaraan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto yang Duduk Satu Meja, Gus Yaqut: Nggak Usah Kepo!

Yaqut Cholis Qoumas memberikan pernyataan mengenai pencapresan dan politisasi agama.

"Agama dan politik tidak bisa dipisahkan tetapi agama tidak boleh digunakan sebagai alat politik untuk memenuhi nafsu kekuasaan, ini berbeda," ucap Yaqut dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV, Senin (2/10/2023). 

Dalam penyataannya, Yaqut mengatakan bahwa agama tidak boleh dijadikan alat untuk memenuhi keinginan untuk merebut kekuasaan.

Baca Juga: PKB Tanggapi Pernyataan Menag Yaqut, Sebut Pasangan AMIN Bid’ah

"Jadi ini berbeda agama, pasti berhubungan dengan politik dan sebaliknya tetapi jangan gunakan agama untuk memenuhi keinginan merebut kekuasaan, tidak boleh karena berbeda pilihan kemudian yang beda itu dikafir-kafirkan," tegasnya.

Mengenai hal itu, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tidak banyak berkomentar.

Ketua Umum Partai PKB sekaligus Bacawapres dari Koalisi Perubahan tersebut mengganggap itu sebagai capan buzzer saja.

Baca Juga: Cak Imin Tanggapi Candaan Menteri Agama Yaqut Soal ‘Pilih Pasangan AMIN Bid’ah’

"Itu omongan buzzar," ucap Cak Imin.

Sementara Wasekjen Pimpinan Pusat GP Ansor, Wahyu Prasetyo menganggap ucapan Menag adalah hal yang wajar.

"Pernyataan Menteri Agama itu normayif, memberikan pendidikan politik kepada warga negara agar memilih calon pemimpin tidak dari penampilan saja tapi dari track recordnya, dari rekamnya," ucap Wahyu.

Menurutnya rekam jejak capres dan cawapres sangat penting untuk dijadikan penilaian.

Baca Juga: Guyonan 'Bid'ah' Menag Yaqut Dinilai Sentil Pasangan Anies-Muhaimin Iskandar, Cak Imin Beri Respon Begini

Wahyu sepakat bahwa hal yang disampaikan oleh Menag Yaqut adalah pendidikan politik.

"Sebagai Menteri Agama, Gus Men tentu harus menyampaikan hal ini ke publik sebagai pendidikan politik," tutup Wahyu.

Walaupun begitu, tetap saja pernyataan dari Menteri Agama ini dinilai bukannya membawa suasa harmonis menjelang Pilpres 2024, melainkan malah memperkeruh suasana.***

 
Reporter Sahdan Maulana
Editor Desi Kris