AYOJAKARTA.COM - Bacapres Anies Baswedan baru-baru ini mengungkit cerita kala ia menutup diskotik Alexis saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Anies Baswedan mengatakan selama bertahun-tahun diskotik Alexis sulit sekali untuk ditutup.
Akan tetapi, setelah Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta diskotik Alexis berhasil ditutup hanya dengan selembar kertas dan tanda tangan.
Hal tersebut disampaikan oleh Anies ketika berpidato di Pondok Pesantren Nuris, Jember pada Kamis (28/9/2023).
“Dulu di Jakarta itu ada satu tempat yang sangat berkuasa, tidak bisa diotak-atik, namanya Alexis. Tapi itu mau ditutup nggak bisa-bisa, di demo, di demo, nggak bisa-bisa, protes, mental semuanya, seperti tempat yang super powerful,” kata Anies dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Jumat (29/9/2023).
“Setelah pergantian kepemimpinan tempat itu langsung ditutup cukup dengan selembar kertas dan sebuah tanda tangan. Itu yang namanya kewenangan,” sambungnya.
Kemudian, Anies juga menyinggung mengenai berbagai kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Seperti para peternak yang mengeluhkan pakan yang sangat mahal sehingga banyak peternakan yang tutup.
Selain itu, Anies juga menyinggung banyaknya petani yang tidak bisa sejahtera karena harga pupuk yang tidak bisa dijangkau hingga nelayan yang kesulitan berlayar akibat alat-alat yang minim.
Baca Juga: Said Aqil Digadang-gadang Jadi Kapten Timnas Pemenangan AMIN, Begini Kata Anies Baswedan
Menurut Anies, Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk mensejahterakan rakyatnya.
“Ini semua sebetulnya sumber dayanya ada, tinggal masalahnya mau ditandatangani tidak alokasi untuk mereka?” jelasnya.
Anies menuturkan apabila dirinya terpilih sebagai presiden 2024, ia mengedepankan kepentingan rakyat.
Baca Juga: Beredar Foto Anies Baswedan dan Cak Imin Bertemu Habib Rizieq Shihab, Begini Penjelasan Nasdem
Menurutnya, kewenangan yang diberikan bisa membesarkan yang kecil tanpa harus mengecilkan yang besar.
“Karena itu yang kita bicarakan kewenangan, kita tidak sekedar mau protes, bukan. Dengan kewenangan itu insyaallah nanti kita justru bisa membantu membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar,” tutupnya.***