AYOJAKARTA.COM -- Pasangan capres-cawapres di Pemilu 2024, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meminta restu kepada sejumlah tokoh agama.
Langkah nyata yang dilakukan duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar adalah dengan sowan ke ulama di Ponpes Nuris Antirogo, Jember, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, secara bergiliran Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memberi sejumlah pandangan terkait Pemilu 2024.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Kamu Punya Penglihatan Bagus Jika Bisa Temukan Topi di Gambar Ini
“Kami serombongan hadir untuk silaturahmi, untuk memohon doa, karena kami akan menjalani sebuah perjuangan baru,” ungkap Anies mengawali pidato.
Lebih lanjut, Anies menjelaskan bahwa perjuangan yang akan dilakukannya bersama Cak Imin sebagai Dwi Tunggal tersebut membawa misi kemaslahatan bagi masyarakat.
Terkait dengan kehadiran sosok Cak Imin sebagai pendamping di Pemilu 2024, Anies menjelaskan mengenai proses yang terjadi di baliknya.
Mendapat pesan dari utusan Kyai Kholil Bondowoso tepat di Hari Kemerdekaan RI, Anies mengaku akan berjodoh dengan Muhaimin Iskandar.
“Saya pas mendengar itu membatin, bagaimana ini nyambungnya, orang di sana sedang menjelang ijab kabul,” ungkap Anies membawa adagium pernikahan.
Baca Juga: Karakter Asli Seseorang Terungkap Lewat Gaya Bicara, Orang yang Ceplas Ceplos Ternyata..
Sebagaimana diketahui publik, pada pertengahan Agustus 2023 Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya masih menggodok nama bacawapres.
“Dan saya tidak tahu bahwa tiga tahun sebelumnya, pesan itu disampaikan kepada Gus Imin, Beliau tidak cerita,” imbuh Anies.
Menyikapi dinamika politik yang terjadi hingga 2 September 2023, Anies kemudian menyadari bahwa duetnya bersama Cak Imin tidak sekedar perkara politik.
“Ini kelihatannya memang bukan perjodohan yang diatur manusia saja, ini ada Yang Maha Mengatur hingga terjadilah sekarang ini,” ungkap Anies.
Karena itu, Anies menambahkan bahwa dirinya dengan didampingi Cak Imin yakin akan bisa bersatu menunaikan amanah kemerdekaan.
Baca Juga: Tes IQ: Seberapa Teliti Kamu? Temukan Huruf C di Antara Huruf G dalam 8 Detik
Sementara dalam pidato yang disampaikan sebelumnya, cawapres Muhaimin Iskandar menyebut tentang hakikat perjodohan.
Diketahui, sebelum bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Cak Imin sudah lebih dahulu merapat ke kubu Prabowo Subianto.
Dalam prosesnya, duet antara Prabowo serta Muhaimin Iskandar justru tidak terjadi dan berganti dengan Anies Baswedan.
Menurut Cak Imin, proses perjodohan yang terjadi dengan Anies Baswedan merupakan salah satu kehendak Allah SWT.
Seraya berguyon di hadapan para ulama, Cak Imin menyebut bahwa perjodohan yang berlangsung cepat merupakan bentuk kelancaran dan kehendak Tuhan.
Baca Juga: Tes IQ: Temukan Manusia dalam Kumpulan Beruang untuk Asah Kemampuan Observasimu
“Ibarat perjodohan pacaran sama sono, jodohnya sama sini, inilah yang disebut jodoh di tangan Tuhan, untung belum diapa-apain,” kelakar Cak Imin.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta.com pada Jumat, 29 September 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***

Share this article
Pasangan capres-cawapres di Pemilu 2024, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meminta restu kepada sejumlah tokoh agama.