News

Masih Mengandung Bisphenol A atau Belum Bebas BPA, Guru Besar Unair Ingatkan Hal Ini saat Memilih Air Galon

Oleh: Karseno AJ Jumat 29 Sep 2023, 13:21 WIB
Ilustrasi. Bisphenol A atau biasa disebut BPA merupakan bahan kimia yang biasa dipergunakan dalam industri pembuatan plastik.

AYOJAKARTA.COMBisphenol A atau biasa disebut BPA merupakan bahan kimia yang biasa dipergunakan dalam industri pembuatan plastik.

Mengingat penggunaan Bisphenol A atau biasa disebut BPA bisa berdampak buruk bagi kesehatan, maka penggunaan plastik sebagai kemasan dinilai penting dilakukan.

Terlebih lagi, karena sebanyak 78 persen industri kuliner di Indonesia menggunakan plastik yang belum tentu bebas dari Bisphenol A atau BPA sebagai kemasan.

Dengan adanya bahan kimia ini, maka plastik akan menjadi lebih tangguh seperti pada kemasan air minum dalam kemasan atau galon.

Baca Juga: Korupsi di PT Air Manado, Kuasa Hukum Joko Trio Suroso Sebut Kliennya Dikriminalisasi

Namun demikian, senyawa ini dapat terlepas ketika berada di dalam air dan bisa berdampak serius bagi kesehatan.

Terkait dengan hal ini, Rizal E. Halim selaku perwakilan dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional sempat menyinggung pentingnya label BPA Free.

“Makanya di beberapa negara yang aware terhadap kesehatan, ini diatur bagaimana BPA yang aman dikonsumsi,” ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube dr. Richard Lee, Mars.

Untuk itu, Badan Perlindungan Konsumen Nasional menilai perlu segera diberlakukan regulasi atau aturan mengikat terkait penggunaan BPA.

Selain bisa menimbulkan efek jera yang ditimbulkan dari pelanggaran regulasi tersebut, Rizal juga menilai pentingnya melakukan fungsi pengawasan.

Baca Juga: Tes IQ: Wanita Mana yang akan Membawa Pulang Air Lebih Banyak? Temukan dalam Waktu 7 Detik!

Di Indonesia sendiri, penggunaan polikarbonat banyak digunakan dalam produk galon air, plastik polikarbonat, plastik kaleng, plastik pengemas serta pipa air.

Mengkonsumsi kandungan BPA secara berlebih, akan berdampak serius bagi perkembangan otak pada janin, bayi serta anak-anak.

Bukan hanya itu, BPA juga dapat mengakibatkan tekanan darah, diabetes tipe dua serta penyakit kardiovaskular.

Di Eropa, pada tahun 2018 telah menurunkan batas migrasi BPA dari yang sebelumnya sebesar 0,6 menjadi 0,05 bagian per juta atau BPJ.

Terkait dengan potensi bahaya hal tersebut, Guru Besar Bidang Ilmu Biofarmasetika Universitas Airlangga Profesor Junaidi Khotib mengungkap kabar mengejutkan.

Dalam salah satu siniar dr. Richard Lee, MARS diketahui salah satu merk AMDK terbesar di Indonesia berinisial A masih belum sepenuhnya bebas dari penggunaan BPA.

Baca Juga: Rajin Minum Air Putih Dapat Menurunkan Berat Badan, Yuk Lihat Manfaat Lainnya!

“Prof, ini merk terbesar di Indonesia, AMDK galon yang hampir setiap hari kita konsumsi bertahun-tahun, di dalamnya masih ada BPA? Ini fakta?” tanya dr Richard, terkejut.

Meski kabar tersebut memang mengejutkan, namun Profesor Junaidi bersikeras untuk memberi informasi yang benar terkait memilih produk.

Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya kesehatan di masa mendatang.

“Kalau ini terjadi pada anak-anak kita, tentu mereka akan mengalami gangguan,” jelas Profesor Junaidi.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana